Mei 6, 2024 Oleh masterdoy 66

Paper Base Interwiew

PAPER BASED INTERVIUW (PBI)
CALON FASILITATOR DAERAH KHUSUS (DASUS)

1)REFLEKSI FILOSOFI PENDIDIKAN NASIONAL — KIHADJAR DEWANTARA

Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan pembelajaran yang kontekstual bagi anak dan lingkungan sesuai dengan alam dan zaman?
Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan alam dan zaman karena alasan
1)Relevansi
Pembelajaran yang kontekstual memastikan bahwa materi pelajaran dan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan, budaya, dan lingkungan siswa. Ini membuat pembelajaran lebih relevan dan berarti bagi siswa, karena mereka dapat mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan pengalaman sehari-hari mereka.
2)Menghormati Keanekaragaman
Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya, geografis, dan sosial. Pendekatan kontekstual memungkinkan siswa untuk menjelajahi dan memahami keragaman ini, menghargai berbagai perspektif, dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang masyarakat dan lingkungan mereka.
3)Mendorong Kemampuan Berpikir Kritis
Pembelajaran yang kontekstual dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan yang bijak dalam konteks nyata. Mereka belajar bagaimana menerapkan pengetahuan mereka dalam situasi yang mereka temui sehari-hari.
4)Kesiapan untuk Masa Depan
Mengingat perubahan cepat dalam teknologi, ekonomi, dan budaya, pendidikan perlu mempersiapkan siswa untuk masa depan yang belum tentu dapat diprediksi. Pembelajaran yang kontekstual membantu siswa mengembangkan keterampilan adaptasi, pemecahan masalah, dan inovasi.
5)Pentingnya Lingkungan
Pembelajaran yang kontekstual juga mempertimbangkan isu-isu lingkungan, keberlanjutan, dan pelestarian alam. Ini penting karena anak-anak perlu memahami hubungan mereka dengan alam dan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.
6)Menghormati Kearifan Lokal
Pendekatan kontekstual memungkinkan pengakuan dan penghormatan terhadap kearifan lokal, tradisi, dan pengetahuan yang ada dalam masyarakat setempat. Ini memperkaya pendidikan dengan berbagai perspektif dan pengetahuan yang beragam.
7)Meningkatkan Motivasi Belajar
Siswa cenderung lebih termotivasi dalam pembelajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan kehidupan mereka sendiri. Ini dapat membantu meningkatkan partisipasi dan hasil belajar mereka.
Dengan demikian, pembelajaran yang kontekstual memungkinkan pendidikan untuk lebih efektif, bermakna, dan relevan bagi siswa, sambil mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia yang terus berubah dengan lebih baik.

Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” dalam peran saya sebagai pendidik?
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) tentang “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak” memiliki relevansi yang besar dalam peran saya sebagai pendidik. Pemikiran ini menekankan bahwa pendidikan harus berpusat pada anak, di mana anak menjadi subjek utama dari proses pendidikan. Berikut adalah relevansi pemikiran KHD dalam peran saya sebagai pendidik di SMA Negeri 1 Bone.
1)Menghormati Keunikan Setiap Anak, Pemikiran KHD menegaskan pentingnya menghormati dan mengakui keunikan setiap anak. Sebagai pendidik, saya harus mengambil pendekatan yang memahami bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan, minat, dan potensi yang berbeda. Saya harus berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan setiap anak berkembang sesuai dengan potensinya.
2)Pengajaran yang Disesuaikan, Konsep “berhamba pada anak” mengharuskan pendidik untuk mengkustomisasi pengajaran mereka sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Saya harus mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa, dan merancang pengalaman belajar yang sesuai untuk membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka.
3)Keterlibatan Siswa, Pemikiran KHD mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Ini berarti memberi mereka kesempatan untuk aktif dalam pembelajaran, mengemukakan pertanyaan, berpartisipasi dalam diskusi, dan terlibat dalam kegiatan yang relevan.
4)Pemberdayaan Siswa, Konsep “berhamba pada anak” juga mengandung elemen pemberdayaan. Saya harus membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan otonomi, sehingga mereka dapat mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran dan mengelola pembelajaran mereka sendiri.
5)Pendekatan Sosial dan Emosional, KHD juga menekankan pentingnya pendidikan yang mencakup aspek sosial dan emosional. Sebagai pendidik, s aya harus membantu siswa mengembangkan kecerdasan emosional, keterampilan sosial, dan empati, sehingga mereka dapat berkembang sebagai individu yang berbudaya, bijaksana, dan peduli terhadap orang lain.
6)Pemahaman Budaya Lokal, KHD menghargai kearifan lokal dan budaya Indonesia. Saya sebagai pendidik, harus memahami dan menghormati budaya lokal siswa saya. Ini memungkinkan Saya untuk mengintegrasikan nilai-nilai dan tradisi lokal dalam pembelajaran, yang menciptakan hubungan yang lebih kuat antara siswa dan materi pelajaran.
Mohon tuliskan satu pengalaman konkrit Anda dalam menerapkan satu pemikiran filosofis pendidikan KHD dalam lingkungan sekolah maupun keluarga
Pengalaman konkrit saya dalam Lingkungan Sekolah, Sebagai seorang guru, saya telah menerapkan pemikiran KHD dalam mengembangkan pendekatan pendidikan yang berfokus pada keberpihakan pada siswa. Salah satu pengalaman konkret adalah ketika saya merancang dan mengimplementasikan program tutor sebaya di sekolah saya. Program ini bertujuan untuk membantu siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam mata pelajaran tertentu.
Dalam pengembangan program ini, saya mempertimbangkan kebutuhan individual siswa. Saya bekerja sama dengan siswa-siswa yang memiliki pemahaman yang baik dalam mata pelajaran tersebut dan mengajak mereka untuk menjadi tutor bagi teman-teman sekelas yang membutuhkan bantuan tambahan.
Pendekatan ini mencerminkan pemikiran KHD dengan alasan :
1) Memfokuskan perhatian pada kebutuhan dan potensi siswa.
2)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, baik sebagai tutor maupun sebagai siswa yang menerima bantuan.
3)Membangun hubungan positif antara sesama siswa, yang mendukung nilai-nilai sosial dan emosional.
Hasilnya, program tutor sebaya ini membantu siswa-siswa yang awalnya kesulitan dalam mata pelajaran tersebut untuk meningkatkan pemahaman mereka. Ini juga menguatkan ikatan sosial antara siswa-siswa, karena mereka belajar bersama dan mendukung satu sama lain.

Pengalaman dalam Lingkungan Keluarga dalam konteks keluarga, pemikiran KHD tentang pendidikan yang berhamba pada anak dapat diterapkan dengan cara memahami dan menghargai kebutuhan dan minat anak.
Misalnya, seorang anak menunjukkan minat dalam seni lukis. Orang tua dapat merespons dengan memberikan dukungan aktif, seperti memberikannya peralatan lukis dan menghadirkan buku-buku seni. Mereka juga dapat mengajak anak untuk mengikuti kelas seni atau mengunjungi galeri seni bersama-sama. Ini mencerminkan pemikiran KHD karena :
1) Memahami minat anak dan memberikan dukungan yang sesuai.
2) Memberikan kebebasan kepada anak untuk mengeksplorasi minat mereka.
3) Menciptakan pengalaman bersama yang berharga.
Dalam kedua pengalaman di atas, pemikiran KHD tentang pendidikan yang berhamba pada anak memandu tindakan untuk mendukung perkembangan siswa atau anak dengan cara yang relevan dan mendalam sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka.

2)NILAI — NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Ceritakan kaitan antara konsep kebebasan manusia dalam memilih (teori pilihan), kecerdasan emosional (teori pendidikan positif) dan penguatan nilai-nilai/peran guru dalam konteks sekolah/lingkungan pendidikan lain yang sistemik dan berkesinambungan.
Kaitan antara konsep kebebasan manusia dalam memilih (teori pilihan), kecerdasan emosional (teori pendidikan positif), dan peran guru dalam konteks sekolah atau lingkungan pendidikan yang sistemik dan berkesinambungan adalah sangat penting dalam membentuk pendidikan yang efektif dan berkelanjutan.

  1. Teori Pilihan (Kebebasan Manusia dalam Memilih)
    Teori pilihan menekankan pada pentingnya memberikan siswa kebebasan untuk membuat keputusan tentang pembelajaran mereka. Bahwa setiap individu memiliki preferensi, minat, dan gaya belajar yang unik. Guru harus memberikan pilihan dalam metode pembelajaran, konten, atau penugasan sehingga siswa merasa memiliki kontrol atas proses belajar mereka.
    Kecerdasan Emosional (Teori Pendidikan Positif)
    Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami, mengelola, dan mengungkapkan emosi dengan sehat. Ini juga termasuk empati, hubungan sosial, dan kesadaran diri. Dalam konteks pendidikan positif, guru mendukung perkembangan kecerdasan emosional siswa, membantu mereka belajar bagaimana mengatasi stres, mengekspresikan emosi dengan benar, dan menjalin hubungan yang sehat.
    Peran Guru dan Lingkungan Pendidikan Sistemik
    Guru berperan kunci dalam menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kebebasan dalam memilih. Mereka tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendukung siswa dalam mengenali minat dan preferensi mereka sendiri. Guru yang mendukung kecerdasan emosional juga membantu siswa memahami emosi mereka, menciptakan lingkungan aman, dan mengajarkan keterampilan sosial.
    Kaitan antara ketiga konsep ini adalah bahwa ketika siswa diberi kebebasan untuk memilih, mereka memiliki kontrol lebih besar atas pembelajaran mereka, yang dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Guru yang mendukung kecerdasan emosional dapat membantu siswa mengatasi stres, frustrasi, atau kecemasan yang mungkin muncul saat membuat pilihan atau menghadapi kesulitan dalam pembelajaran.
    Lingkungan pendidikan yang sistemik dan berkesinambungan mencakup strategi dan kebijakan yang mendukung penerapan teori pilihan dan pengembangan kecerdasan emosional dalam kurikulum dan praktiknya disekolah. Hal ini mencakup pelatihan guru, perencanaan kurikulum yang inklusif, dan memastikan bahwa siswa merasa diberdayakan untuk mengambil peran aktif dalam pendidikan mereka.
    Tuliskan satu peran nyata Anda di sekolah (atau lingkungan pendidikan yang lain) ketika terlibat dalam sebuah upaya kolaboratif yang secara konsisten menumbuhkan manusia agar berkarakter (memiliki nilai-nilai) positif dan mengembangkan kebijaksanaannya dalam memilih. Gambarkan situasinya, peran/tugas/tindakan Anda, dan apa refleksi Anda atas hasil yang dicapai.
    Saya adalah seorang pendidik yang terlibat dalam sebuah tugas kolaboratif di SMA Negeri 1 Bone yang diberikan oleh kepala sekolah dengan tujuan utama untuk membantu siswa mengembangkan karakter positif dan kemampuan mereka dalam membuat pilihan yang bijak dalam kehidupan mereka. Saya akan menggambarkan situasi, peran/tugas/tindakan saya, dan refleksi atas hasil yang dicapai.
    Situasi Sekolah SMA Negeri 1 Bone menghadapi tantangan dalam mengembangkan karakter positif siswa dan membantu mereka dalam membuat keputusan yang bijak dalam berbagai aspek kehidupan. Situasi ini mencakup masalah seperti bullying, tekanan teman sebaya, dan konflik interpersonal. Untuk mengatasi ini, kami memutuskan untuk memulai program kolaboratif yang fokus pada pendidikan karakter dan pengembangan kecerdasan emosional siswa.
    Peran/Tugas/Tindakan Saya :
    1.Mengajar Materi Karakter, saya bekelaborasi dengan guru Pendidikan Pancasila bertanggung jawab untuk merancang dan memberikan materi pelajaran khusus yang terkait dengan pengembangan karakter dan kecerdasan emosional kepada siswa dalam berbagai kelas. Materi ini mencakup topik seperti empati, penyelesaian konflik, manajemen emosi, dan etika.
    2.Mengadakan Diskusi Kelas, dimana saya mengadakan diskusi kelas yang interaktif untuk membahas isu-isu sosial dan emosional yang relevan bagi siswa. Ini mencakup topik-topik seperti bullying, tekanan teman sebaya.
    3.Mentoring Siswa, saya menjadi mentor bagi beberapa siswa yang menghadapi kesulitan dalam mengelola emosi mereka atau mengatasi konflik. Saya memberikan dukungan individual dan berbicara dengan mereka tentang strategi untuk membuat keputusan yang bijak.
    4.Keterlibatan dalam Kegiatan Ekstrakurikuler, saya sangat mendukung dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada pengembangan karakter siswa
    5.Kolaborasi Tim, saya aktif berpartisipasi dalam tim kolaboratif yang terdiri dari staf pengajar, konselor sekolah, dan orangtua siswa untuk merancang strategi yang komprehensif untuk pengembangan karakter.
    Refleksi atas Hasil yang Dicapai, dimana melalui upaya kolaboratif ini, kami melihat hasil yang positif. Siswa mulai menunjukkan peningkatan dalam pemahaman mereka tentang karakter, kecerdasan emosional, dan kemampuan mereka dalam membuat keputusan yang bijak.

3)VISI GURU PENGGERAK

Menurut pemahaman Anda, bagaimana Anda mengaitkan proses inkuiri sebagai proses penggalian kekuatan/aset dan upaya mencapai tujuan dengan proses transformasi ekosistem pendidikan sebagai suatu sistem yang kompleks?
Proses inkuiri memiliki keterkaitan yang kuat dengan upaya mencapai tujuan dalam proses transformasi ekosistem pendidikan sebagai sistem yang kompleks. Inkuiri, terutama Inkuiri Apresiatif (BAGJA), memainkan peran penting dalam penggalian kekuatan, aset, dan potensi dalam ekosistem pendidikan serta dalam merancang perubahan yang positif. Berikut adalah bagaimana proses inkuiri terkait dengan transformasi ekosistem pendidikan yang kompleks
1) Penggalian Kekuatan dan Aset
Proses inkuiri, terutama inkuiri apresiatif, dimulai dengan mengidentifikasi dan menghargai kekuatan dan aset yang ada dalam ekosistem pendidikan. Ini mencakup pengenalan potensi positif, berbagai sumber daya, dan kualitas yang ada dalam sistem. Dalam konteks transformasi ekosistem pendidikan yang kompleks, pemahaman yang mendalam tentang kekuatan ini adalah langkah awal untuk merancang perubahan yang efektif.
2) Menginspirasi Pertanyaan Positif
Proses inkuiri melibatkan pembuatan pertanyaan yang menginspirasi. Pertanyaan ini mendorong pemikiran positif dan refleksi. Dalam upaya transformasi ekosistem pendidikan, pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu dalam merancang solusi kreatif dan perubahan yang positif.
3) Kolaborasi dan Keterlibatan Semua Pihak
Inkuiri sering melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pendidikan, seperti guru, siswa, orang tua, dan anggota staf sekolah. Ini menciptakan kolaborasi yang kuat dan keterlibatan semua pihak dalam merancang dan menerapkan perubahan.
4) Perencanaan Perubahan Berbasis Data
Proses inkuiri menghasilkan data dan bukti tentang kekuatan dan kelemahan dalam ekosistem pendidikan. Data ini menjadi dasar untuk perencanaan perubahan yang efektif. Dalam konteks transformasi, perubahan berbasis data adalah kunci untuk mengukur dan mengevaluasi dampak perubahan.
5) Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Proses inkuiri termasuk langkah-langkah evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Dalam transformasi ekosistem pendidikan, perubahan tidak terjadi sekali, tetapi memerlukan penyesuaian dan perbaikan terus-menerus. Proses inkuiri memungkinkan pemantauan yang berkelanjutan dan penyesuaian perencanaan sesuai dengan perubahan yang diperlukan.
Dengan demikian, proses inkuiri berfungsi sebagai alat yang kuat dalam transformasi ekosistem pendidikan yang kompleks. Ini membantu menggali potensi positif, merancang solusi berbasis bukti, dan mendorong kolaborasi antara semua pemangku kepentingan.

Tuliskan satu peran nyata Anda di sekolah (atau lingkungan pendidikan yang lain) ketika terlibat dalam sebuah upaya kolaboratif dalam merumuskan visi/tujuan/rencana berikut pencapaiannya yang memanfaatkan daya ungkit dalam ekosistem demi meningkatkan kualitas pembelajaran. Gambarkan situasinya, peran/tugas/tindakan Anda, dan apa refleksi Anda atas hasil yang dicapai.
Situasinya saya sebagai guru di SMA Negeri 1 Bone dengan pengalaman yang cukup dalam berbagai bidang pembelajaran. Sekolah kami menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan lingkungan yang lebih berfokus pada siswa. Para pemangku kepentingan di sekolah, termasuk guru, kepala sekolah, orang tua, dan siswa, merasa perlu untuk merumuskan visi dan rencana tindakan yang jelas untuk mencapai tujuan ini.
Peran,Tugas, dan Tindakan saya adalah
1) Fasilitator Kolaboratif
Peran saya adalah sebagai fasilitator kolaboratif. Saya memulai dengan mengadakan pertemuan dengan para pemangku kepentingan, termasuk guru-guru yang berpengalaman dan guru-guru yang lebih baru, serta orang tua dan siswa. Kami berkumpul untuk mendiskusikan visi ideal kami tentang pembelajaran yang lebih baik.
2) Menggali Masukan
Saya mendengarkan dengan seksama masukan dari semua peserta. Kami mendiskusikan apa yang bekerja dengan baik dan apa yang perlu ditingkatkan. Saya mendukung para peserta untuk berbagi pengalaman mereka dan berpendapat tentang perubahan yang perlu dilakukan.
3) Merumuskan Visi dan Tujuan
Bersama-sama, kami merumuskan visi yang kuat tentang pembelajaran yang lebih berfokus pada siswa dan tujuan-tujuan konkret untuk mencapainya. Visi ini berfokus pada kualitas pembelajaran, pengembangan keterampilan siswa, dan keterlibatan orang tua.
4) Mengembangkan Rencana Tindakan
Kami mengembangkan rencana tindakan yang mencakup langkah-langkah konkret yang harus diambil untuk mencapai tujuan. Rencana ini mencakup pelatihan guru, penggunaan teknologi dalam pembelajaran, meningkatkan komunikasi dengan orang tua, dan mengukur kemajuan.
Refleksi atas Hasil yang Dicapai
Melalui kolaborasi yang kuat antara semua pemangku kepentingan di sekolah, kami berhasil merumuskan visi yang kuat dan rencana tindakan yang konkret. Kami mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan fokus pada siswa dan mengintegrasikan teknologi dengan lebih baik. Keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran juga meningkat.
Yang lebih penting, kami mencapai pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya kolaborasi dan mendengarkan semua suara di sekolah. Saya belajar bahwa inisiatif ini berhasil karena kami semua merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilannya.

4)BUDAYA POSITIF

Tuliskan filosofi pendidikan Anda yang menjadi landasan interaksi sosial antara guru dan murid dalam penerapan disiplin positif terkait 1) peran Anda, 2)posisi Anda dan murid, 3)tanggung jawab, dan 4)penerapan disiplin.
Filosofi pendidikan saya yang menjadi landasan interaksi sosial antara guru dan murid dalam penerapan disiplin positif adalah berdasarkan pada pemahaman bahwa pendidikan adalah proses kolaboratif di mana guru dan murid saling mendukung dalam pembelajaran dan pertumbuhan. Filosofi ini mencerminkan komitmen saya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter, kemandirian, dan tanggung jawab siswa.
(Peran Saya)
Sebagai seorang guru, peran saya adalah sebagai fasilitator pembelajaran dan mentor. Saya melihat diri saya sebagai sumber inspirasi, panduan, dan teladan bagi siswa. Saya bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, di mana siswa merasa diterima dan dihargai. Saya juga bertanggung jawab untuk membimbing siswa dalam memahami konsep-konsep disiplin positif dan membantu mereka mengembangkan keterampilan untuk mengatasi konflik dan tantangan.
(Posisi Saya dan Murid)
Dalam filosofi saya, saya melihat posisi saya dan murid sebagai mitra dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya penerima pengetahuan, tetapi juga aktor aktif dalam pengembangan disiplin positif. Saya percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang, dan tugas saya adalah untuk mendukung mereka dalam mengaktualisasikan potensi tersebut.
(Tanggung Jawab) Tanggung jawab saya adalah untuk :
a) Menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter, empati, dan rasa hormat di antara siswa.
b) Memberikan panduan yang jelas tentang aturan dan ekspektasi dalam kelas.
c) Mengajarkan keterampilan komunikasi, konflik resolution, dan pengelolaan emosi kepada siswa.
d) Memberikan umpan balik konstruktif dan memberdayakan siswa untuk mengambil tanggung jawab atas perilaku mereka.
e) Mendorong kolaborasi dan keterlibatan siswa dalam merumuskan aturan kelas dan solusi untuk konflik.
(Penerapan Disiplin)
Penerapan disiplin positif dalam filosofi saya berfokus pada pendekatan preventif daripada punitive. Saya berusaha untuk mengidentifikasi potensi konflik sebelum mereka berkembang dan bekerja sama dengan siswa untuk menemukan solusi yang memadai. Filosofi ini memandang disiplin sebagai kesempatan untuk mengajar nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, dan komunikasi efektif.
Mohon tuliskan satu pengalaman Anda dalam menerapkan disiplin positif, bisa dalam konteks peran anda sebagai seorang pendidik/guru, orangtua, atau seorang atasan. Tuliskan kapan waktunya dan seperti apa situasinya, tugas/peran Anda, tindakan/ hal yang Anda lakukan, dan hasilnya.
Salah satu pengalaman saya dalam menerapkan disiplin positif pada waktu saya sedang mengajar kelas 12 IPS 3 mata pelajaran sejarah yang terdiri dari siswa-siswa yang memiliki tingkat kedisiplinan yang bervariasi.
Waktu : Tahun Pelajaran 2022/2023.
Situasi: Saat itu, ada seorang siswa di kelas saya yang seringkali mengganggu kelas dengan perilaku tidak pantas. Dia sering menginterupsi saat saya sedang menjelaskan, membuat komentar yang kurang sopan, dan seringkali melanggar aturan kelas. Saya merasa perlu untuk menangani situasi ini agar tidak hanya siswa tersebut yang terpengaruh, tetapi juga agar lingkungan belajar tetap kondusif untuk siswa lainnya.
Tugas/Peran Saya: Sebagai guru, peran saya adalah untuk mengelola kelas dengan efektif, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran, dan membantu siswa dalam pengembangan perilaku yang lebih baik. Saya juga bertanggung jawab untuk menerapkan disiplin positif sebagai alternatif terhadap sanksi yang keras.
Tindakan/Hal yang Saya Lakukan:
Saya memutuskan untuk berbicara secara pribadi dengan siswa tersebut setelah pelajaran selesai. Saya ingin memahami alasan di balik perilakunya dan memulai percakapan yang positif.
Saya mendekati siswa tersebut dengan empati dan mengajukan pertanyaan terbuka. Saya mendengarkan apa yang dia rasakan dan alasan di balik perilakunya.
Kami berbicara tentang bagaimana perilakunya mempengaruhi kelas dan pembelajaran. Saya juga mengajaknya untuk berpikir tentang cara-cara dia bisa berkontribusi positif ke dalam kelas.
Bersama-sama, kami merumuskan Keyakinan kelas yang nantinya menjadi pedoaman bersama dengan jelas dan konsekuensi positif untuk perilaku yang baik. Siswa tersebut juga berpartisipasi dalam merumuskan aturan tersebut.
Hasilnya: Setelah berbicara dengan siswa tersebut dan melibatkannya dalam proses merumuskan keyakinan kelas, perilakunya mulai berubah. Dia menjadi lebih terlibat dalam pembelajaran, lebih sadar terhadap tindakannya, dan lebih hormat terhadap guru dan teman-temannya. Lingkungan kelas menjadi lebih positif, dan siswa lainnya juga merasakan manfaat dari perubahan tersebut. Ini adalah contoh nyata bagaimana pendekatan disiplin positif dapat membantu mengubah perilaku siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

5)MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR MURID MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Jika Anda masuk ke sebuah kelas yang gurunya mengimplementasikan pembelajaran berdiferesiasi, maka proses pembelajaran apa yang akan Anda lihat? (kegiatan yang dilakukan guru, kegiatan yang dilakukan murid, strategi pembelajaran, penilaian, dll)
Jika saya masuk ke dalam sebuah kelas yang gurunya sementara mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, maka saya akan melihat beberapa elemen yang mencerminkan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Berikut adalah beberapa hal yang akan saya lihat :

  1. Pemahaman Kebutuhan Siswa
    Guru mungkin telah melakukan penilaian awal atau pemetaan kebutuhan siswa untuk memahami tingkat pemahaman, gaya belajar, dan kecepatan belajar mereka.
  2. Kelompok Pembelajaran
    Siswa dibagi ke dalam kelompok berdasarkan tingkat pemahaman atau kecepatan belajar mereka. Kelompok-kelompok ini dapat terus berubah sesuai dengan kemajuan siswa.
  3. Aktivitas yang Disesuaikan
    Guru memberikan tugas atau aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok. Ini dapat berupa berbagai tingkat kesulitan, bahan bacaan, atau jenis tugas.
  4. Pilihan Materi dan Sumber Daya
    Siswa memiliki pilihan materi atau sumber daya pembelajaran yang sesuai dengan minat mereka atau gaya belajar preferensial.
  5. Penilaian Formatif
    Guru melakukan penilaian formatif secara teratur untuk memantau kemajuan setiap siswa. Ini dapat melibatkan pemberian umpan balik langsung atau penyesuaian strategi pembelajaran.
  6. Kolaborasi Siswa
    Siswa mungkin terlibat dalam pengerjaan tugas kelompok yang mendorong kerjasama dan pertukaran ide antar mereka.
  7. Fleksibilitas dalam Penilaian
    Guru menggunakan berbagai bentuk penilaian, termasuk tugas proyek, presentasi, atau penilaian berbasis kinerja untuk memberikan gambaran yang holistik tentang pemahaman siswa.
  8. Adaptasi Selama Pembelajaran
    Guru dapat melakukan penyesuaian selama proses pembelajaran berlangsung berdasarkan tanggapan langsung dari siswa atau hasil penilaian formatif.
  9. Kemajuan Individual
    Siswa memiliki tanggung jawab untuk memantau kemajuan mereka sendiri dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang gaya belajar mereka.
  10. Fleksibilitas Ruang dan Waktu
    Pembelajaran tidak terbatas pada ruang dan waktu tertentu, dan siswa memiliki fleksibilitas untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.
    Pada dasarnya, pembelajaran berdiferensiasi menekankan penyesuaian pendekatan pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik individu setiap siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.
    Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kinerja murid dalam pembelajaran?
    Pembelajaran berdiferensiasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja murid dalam pembelajaran. Berikut adalah beberapa cara di mana pembelajaran berdiferensiasi dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja murid :
  11. Menyesuaikan dengan Gaya Belajar
    Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru untuk mengidentifikasi gaya belajar masing-masing siswa. Dengan menyajikan materi dalam berbagai bentuk (visual, auditori, kinestetik), siswa dapat lebih mudah memahami dan meresap informasi.
  12. Mengakomodasi Tingkat Pemahaman
    Dengan membagi siswa ke dalam kelompok berdasarkan tingkat pemahaman, siswa yang membutuhkan bantuan tambahan dapat menerima dukungan ekstra, sementara siswa yang lebih cepat dalam pemahaman dapat dipacu lebih lanjut.
  13. Memberikan Pilihan
    Memberikan pilihan dalam materi atau cara menyelesaikan tugas dapat meningkatkan motivasi siswa. Mereka merasa memiliki kendali atas pembelajaran mereka, yang dapat meningkatkan keterlibatan dan kinerja.
  14. Menyajikan Tantangan yang Sesuai
    Siswa yang lebih mampu dapat diberikan tugas atau proyek yang lebih menantang, sementara siswa yang membutuhkan pendekatan yang lebih sederhana masih dapat belajar dengan cara yang mendukung pemahaman mereka.
  15. Mengakomodasi Kecepatan Belajar
    Dengan memberikan materi tambahan atau memungkinkan akses ke sumber daya ekstra, siswa dapat belajar pada kecepatan yang sesuai dengan kemampuan mereka, mencegah kebosanan atau kebingungan.
  16. Mendorong Kolaborasi
    Pembelajaran berdiferensiasi dapat mempromosikan kolaborasi antara siswa. Melibatkan siswa dalam diskusi kelompok atau proyek tim dapat memperkaya pemahaman mereka melalui pertukaran ide.
  17. Menyajikan Materi yang Relevan:
    Guru dapat memilih materi yang relevan dengan minat atau kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran.
  18. Menyediakan Umpan Balik Segera
    Melalui penilaian formatif yang kontinu, guru dapat memberikan umpan balik langsung kepada siswa. Hal ini memungkinkan mereka untuk memahami kekuatan dan kelemahan mereka, sehingga dapat meningkatkan kinerja mereka seiring waktu.
    Pembelajaran berdiferensiasi, dengan merespon kebutuhan dan karakteristik unik setiap siswa, dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang memotivasi, dan mendukung perkembangan individu.
    Mohon tuliskan satu pengalaman Anda dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik/latih yang beragam di kelas Anda
    Salah satu pengalaman dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik/latih yang beragam di kelas saya kelas 12 IPS mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Bone
    Saat mengajar di kelas, saya menghadapi kelompok siswa dengan tingkat pemahaman yang beragam terkait topik Respon Internasional Terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Beberapa siswa sangat terampil dan cepat memahami, sementara yang lain memerlukan pendekatan yang lebih mendalam.
  19. Identifikasi Kebutuhan
    Pertama, saya mengidentifikasi kebutuhan belajar masing-masing siswa dengan memanfaatkan berbagai bentuk penilaian awal. Ini melibatkan tes diagnostik, observasi, dan diskusi individual untuk memahami gaya belajar dan tingkat pemahaman mereka.
  20. Pembelajaran Berbasis Kelompok
    Saya menyusun kegiatan pembelajaran berbasis kelompok di mana siswa dengan pemahaman yang lebih baik membantu teman sekelas yang memerlukan dukungan tambahan. Ini menciptakan lingkungan kolaboratif di mana siswa saling belajar satu sama lain.
  21. Pilihan Tugas dan Materi
    Memberikan pilihan tugas atau materi membantu memenuhi kebutuhan beragam siswa. Siswa yang lebih mahir diberi tugas ekstra atau proyek penelitian, sedangkan siswa yang memerlukan pendekatan yang lebih sederhana diberikan alternatif yang lebih dapat diakses.
  22. Dukungan Tambahan
    Saya menyediakan waktu ekstra setelah jam pelajaran untuk membantu siswa yang membutuhkan dukungan tambahan. Ini mencakup sesi konsultasi, pemberian umpan balik terperinci, dan penjelasan ulang materi.
  23. Pemanfaatan Teknologi
    Saya menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran diferensiasi. Memberikan akses ke materi pembelajaran daring atau sumber daya digital membantu siswa memilih gaya belajar yang paling sesuai untuk mereka.
  24. Penilaian Formatif
    Melalui penilaian formatif yang terus-menerus, saya dapat memantau kemajuan setiap siswa secara individual. Ini memberi saya wawasan tentang area-area di mana siswa memerlukan perhatian lebih lanjut.
  25. Komitmen terhadap Pemahaman Individual
    Saya secara berkala berbicara secara individual dengan setiap siswa untuk memahami perasaan mereka terkait pembelajaran. Ini menciptakan ruang di mana siswa merasa dihargai dan didengar.

6)PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

Apa pendapat Anda tentang manfaat pembelajaran sosial dan emosional dalam mewujudkan praktik pendidikan yang berpihak pada murid?
Pembelajaran sosial dan emosional (PSE) memiliki dampak positif yang signifikan dalam mewujudkan praktik pendidikan yang berpihak pada murid. Beberapa manfaat utama pembelajaran sosial dan emosional dalam konteks pembelajaran di kelas yang berpihak pada murid antara lain :

  1. Meningkatkan Kesejahteraan Emosional
    PSE membantu murid mengembangkan pemahaman dan pengelolaan emosi mereka, memberikan dasar bagi kesejahteraan emosional yang lebih baik. Dengan memahami dan mengelola emosi, murid dapat lebih baik menanggapi tekanan akademis, sosial, dan emosional.
  2. Meningkatkan Hubungan Sosial
    Pembelajaran kesadaran sosial dan keterampilan berelasi membantu murid membangun dan mempertahankan hubungan yang positif dengan teman sekelas dan guru. Interaksi sosial yang positif menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung.
  3. Mengembangkan Keterampilan Pribadi
    Pembelajaran manajemen diri membantu murid mengembangkan keterampilan seperti manajemen stres, motivasi diri, dan perencanaan tujuan pribadi.
    Dengan memiliki keterampilan pribadi yang baik, murid dapat mengoptimalkan potensinya dan meningkatkan rasa percaya diri.
  4. Mendukung Keterlibatan Akademis
    Murid yang memiliki kesejahteraan emosional yang baik cenderung lebih fokus dan termotivasi dalam belajar. Keterampilan manajemen diri membantu murid mengatasi hambatan akademis dan meningkatkan keterlibatan dalam proses pembelajaran.
  5. Membentuk Karakter dan Etika
    PSE membantu pembentukan karakter dengan menekankan pada nilai-nilai seperti empati, tanggung jawab, dan kejujuran. Murid yang memiliki karakter yang baik cenderung menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi positif.
  6. Mengatasi Konflik dan Meningkatkan Resolusi Masalah
    Pembelajaran pengambilan keputusan yang bertanggung jawab membantu murid mengembangkan keterampilan evaluasi dan pemecahan masalah.
    Dengan cara ini, murid dapat mengatasi konflik dengan cara yang konstruktif dan membangun lingkungan yang aman.
  7. Meningkatkan Keterampilan Keterampilan Belajar Hidup
    PSE memberikan murid alat untuk mengatasi tantangan kehidupan sehari-hari, seperti tekanan sosial, ketidakpastian, dan perubahan.
    Keterampilan ini membantu murid tidak hanya dalam pencapaian akademis tetapi juga dalam menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih efektif.
    Dengan memprioritaskan pembelajaran sosial dan emosional, praktik pendidikan dapat menjadi lebih berpihak pada murid
    Mohon tuliskan satu pengalaman Anda dalam menerapkan pembelajaran sosial dan emosional di lingkungan pendidikan.
    Pengalaman saya sebagai guru di SMA Negeri 1 Bone pernah terlibat dalam menerapkan pembelajaran sosial dan emosional di kelas. Pengalaman ini terjadi ketika saya mempraktekkan pengalaman ilmu yang saya dapatkan ketika mengikuti Program Guru Penggerak. Berikut adalah gambaran singkat pengalaman tersebut :
    (Konteks) siswa-siswi saya dengan latar belakang dan karakteristik yang beragam. Dimana sekolah saya memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademis tetapi juga pada perkembangan sosial dan emosional siswa.
    (Tujuan) Pada awal Tahun Pelajaran, kami sebagai tim pendidik bersama-sama menetapkan tujuan untuk meningkatkan Kompetensi sosial dan emosional siswa. Kami percaya bahwa menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional akan berdampak positif pada prestasi akademis mereka.
    (Tindakan)
    1) Pengembangan Program Kompetensi Sosial Emosional, kami mengembangkan Kompetensi emosional yang mencakup sesi-sesi pembelajaran khusus tentang kesadaran diri, manajemen emosi, dan keterampilan sosial.
    2) Mengintegrasikan PSE dalam Mata Pelajaran, saya bekerja sama dengan rekan-rekan guru untuk mengintegrasikan aspek-aspek pembelajaran sosial dan emosional ke dalam kurikulum mata pelajaran.
    (Refleksi)
    1) Kami melihat perubahan positif dalam interaksi sosial antar siswa. Adanya pemahaman yang lebih baik tentang emosi masing-masing siswa membantu mengurangi konflik di antara mereka.
    2) Siswa-siswi lebih terbuka untuk berbicara tentang tantangan sosial dan emosional yang mereka hadapi, sehingga memberikan peluang bagi kami untuk memberikan dukungan yang lebih baik.
    3) Ada peningkatan dalam keterlibatan siswa di dalam dan di luar kelas, serta perbaikan dalam konsentrasi dan fokus pada pembelajaran.
    Pengalaman ini mengukuhkan keyakinan saya bahwa pembelajaran sosial dan emosional memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk siswa secara holistik. Ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi di antara staf pendidik dan penerapan strategi yang terintegrasi dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa.

7)COACHING

Apa yang Anda pahami dan yakini tentang coaching?
Pemahaman saya tentang coaching adalah suatu pendekatan atau proses pendampingan yang dilakukan oleh seorang coach kepada individu atau kelompok untuk membantu mereka mencapai tujuan, mengembangkan potensi, dan meningkatkan kinerja. Beberapa keyakinan saya terkait coaching melibatkan prinsip-prinsip berikut :

  1. Kolaborasi dan Kepercayaan
    Coaching melibatkan hubungan yang kolaboratif antara coach dan coachee, dibangun atas dasar kepercayaan dan saling mendukung.
    Kolaborasi ini esensial untuk mencapai tujuan bersama dan memberikan dukungan yang efektif.
  2. Fokus pada Solusi
    Coaching berorientasi pada solusi, bukan hanya mengidentifikasi masalah. Prosesnya menekankan pencarian solusi yang praktis dan berkelanjutan.
    Pemahaman bahwa individu memiliki kemampuan untuk menemukan jawaban mereka sendiri.
  3. Orientasi pada Hasil yang Nyata
    Coaching bertujuan untuk mencapai hasil yang dapat diukur dan nyata. Ini mencakup peningkatan keterampilan, pertumbuhan pribadi, dan pencapaian tujuan spesifik.
    Memahami bahwa hasil yang diinginkan dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan konteks coachee.
  4. Proses Sistematis dan Terstruktur:
    Coaching melibatkan proses yang terstruktur dan terencana. Coach menggunakan berbagai teknik untuk membimbing individu melalui refleksi, pemahaman diri, dan tindakan konkrit.
    Pemahaman bahwa proses yang terstruktur memberikan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan dan perkembangan.
  5. Fasilitasi Pembelajaran dan Pengembangan Diri
    Coaching bukanlah memberikan jawaban langsung, tetapi lebih kepada membantu individu dalam proses belajar dan pengembangan diri mereka.
    Memfasilitasi eksplorasi pemikiran kreatif, ide baru, dan solusi inovatif.
  6. Peningkatan Performa dan Pertumbuhan Pribadi
    Coaching berfokus pada peningkatan kinerja kerja dan pertumbuhan pribadi coachee. Ini mencakup pengembangan keterampilan, mengatasi hambatan, dan mencapai hasil yang lebih baik.
    Memahami bahwa pertumbuhan pribadi berkontribusi pada keberhasilan baik dalam kehidupan profesional maupun pribadi.
  7. Stimulasi Pemikiran Kreatif
    Coaching melibatkan stimulasi pemikiran kreatif dan eksplorasi ide baru. Coach mendorong coachee untuk berpikir di luar batasan yang ada.
    coaching adalah alat yang kuat untuk membantu individu atau kelompok mencapai potensi maksimal mereka dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Tuliskan 1 pengalaman Anda melakukan praktek coaching atau pengembangan kompetensi diri orang dewasa dalam kurun waktu dua tahun terakhir. (Siapa coacheenya, situasinya seperti apa, tujuan coaching, dan kapan terjadinya?)
Pengalaman coaching atau pengembangan kompetensi diri orang dewasa (Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Bone Tahun Pelajaran 2023/2024
Coachee (Individu yang Dibimbing) Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Bone Tahun Pelajaran 2023/2024
Situasi: Situasi pembelajaran di kelas belum mencapai tingkat optimal. Beberapa siswa kurang terlibat, dan hasil belajar tampaknya tidak mencapai potensi penuh. Kepala sekolah mengidentifikasi potensi besar pada guru tersebut dan meminta bantuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelasnya.
Tujuan Coaching :

  1. Meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
  2. Meningkatkan efektivitas strategi pengajaran.
  3. Mengidentifikasi dan membangun pada kekuatan yang sudah dimiliki oleh guru.
  4. Menyusun rencana pengembangan diri untuk meningkatkan keterampilan pengajaran.
    Waktu Pelaksanaan : Proses coaching berlangsung selama satu semester penuh, dimulai pada awal Tahun Pejaran 2023/2024 pada semester Ganjil
    Langkah-langkah Coaching :
    1.Observasi Kelas Awal :
    Saya melakukan observasi beberapa sesi pembelajaran untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang gaya mengajar, interaksi guru-siswa, dan efektivitas strategi pengajaran yang digunakan.
  5. Refleksi Bersama :
    Setelah observasi, saya duduk bersama guru untuk membahas temuan. Kami berdiskusi tentang kekuatan yang dimilikinya dan titik-titik yang perlu ditingkatkan.
  6. Sesi Coaching Individual :
    Kami memiliki sesi coaching individual yang lebih mendalam, di mana guru dapat berbicara secara terbuka tentang tantangan dan kemajuan yang dialami selama proses perubahan.
    Evaluasi dan Penyesuaian :
    Kami secara berkala mengevaluasi efektivitas perubahan yang diimplementasikan. Jika diperlukan, kami menyesuaikan rencana tindakan.
    Hasil dan Refleksi :
    Dengan perubahan strategi pengajaran dan penekanan pada kekuatan individu siswa, kelas mengalami peningkatan keterlibatan yang signifikan.
    Hasil belajar siswa juga meningkat, dan guru merasakan peningkatan kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk mendukung siswa.
    Refleksi Pribadi :
    Proses coaching ini mengajarkan saya pentingnya mendekati pengembangan kompetensi dengan pandangan yang positif dan fokus pada kekuatan yang ada. Mendengarkan dengan empati dan berkolaborasi dalam menyusun solusi membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik.

8)PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

Aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan yang mengandung nilai-nilai kebajikan yg saling bersinggungan. Jelaskan mengapa aspek-aspek tersebut penting untuk diperhatikan?
Seorang pemimpin pembelajaran yang berusaha untuk membuat keputusan yang mengandung nilai-nilai kebajikan yang saling bersinggungan perlu memperhatikan beberapa aspek penting. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan dan penjelasan mengapa aspek-aspek tersebut itu sangat penting :

  1. Etika dan Integritas
    Pentingnya etika dan integritas mencakup kejujuran, keadilan, dan keberanian dalam pengambilan keputusan. Pemimpin pembelajaran perlu memastikan bahwa keputusan yang diambil mencerminkan nilai-nilai kebajikan, dan tindakan mereka selaras dengan standar etika yang tinggi.
  2. Keadilan
    Pentingnya keadilan melibatkan perlakuan yang adil terhadap semua individu tanpa memandang perbedaan. Dalam konteks pembelajaran, pemimpin perlu memastikan bahwa kebijakan dan keputusan yang diambil mendukung kesempatan yang adil dan setara bagi semua peserta didik.
  3. Kebebasan dan Kemerdekaan
    Pentingnya memastikan kebebasan dan kemerdekaan bagi peserta didik dan pendidik untuk mengembangkan potensi mereka tanpa diskriminasi atau pembatasan yang tidak adil. Ini mencakup pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
  4. Rasa Empati
    Pentingnya pemimpin pembelajaran perlu memiliki rasa empati terhadap peserta didik, pendidik, dan anggota komunitas pendidikan. Ini membantu mereka memahami perspektif berbeda dan memastikan bahwa keputusan yang diambil memperhitungkan kebutuhan dan kondisi individu.
  5. Keterbukaan terhadap Keragaman
    Pentingnya dunia pendidikan memiliki keragaman yang tinggi, baik dari segi budaya, bahasa, maupun latar belakang. Pemimpin pembelajaran perlu memahami dan menghormati keragaman ini dalam pengambilan keputusan agar kebijakan yang dihasilkan mencerminkan keberagaman tersebut.
  6. Tanggung Jawab Sosial
    Pentingnya pemimpin pembelajaran perlu memahami tanggung jawab sosial mereka terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Keputusan yang diambil seharusnya mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan dan mempromosikan kebaikan bersama.
  7. Kemampuan Berkomunikasi
    Pentingnya kemampuan berkomunikasi yang baik membantu pemimpin pembelajaran menjelaskan alasan di balik keputusan mereka, memahami masukan dari berbagai pihak, dan membangun kepercayaan dalam komunitas pendidikan.

Mohon ceritakan 1 pengalaman terkait pengambilan keputusan yang melibatkan dilema etika yang pernah Anda terapkan (termasuk keputusan yang diambil)
Sebagai seorang guru, saya bertanggung jawab untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan etika kepada murid-muridku. Namun, pernah terjadi, sebuah perusahaan rokok menawarkan sponsor untuk kegiatan sekolah, termasuk untuk pembangunan fasilitas lapangan olahraga. Saya tahu bahwa menerima sponsor dari perusahaan rokok bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan juga melanggar aturan pemerintah yang melarang sponsor dari perusahaan rokok dalam kegiatan sekolah.
Namun, sekolah tempat saya mengajar sangat membutuhkan dana untuk memperbaiki kondisi fasilitas lapangan olahraga yang sudah sangat buruk. Kebijakan pemerintah juga mengharuskan sekolah untuk memiliki fasilitas olahraga yang memadai untuk siswa. Kegagalan untuk memperbaiki kondisi pembangunan fasilitas olahraga dapat merugikan siswa dan guru.
Saya bingung dan merasa tertekan karena kegiatan ekstrakurikuler di sekolah adalah tanggung jawab saya. Apakah saya harus menerima tawaran sponsor dari perusahaan rokok demi memenuhi kebutuhan sekolah, atau menolak tawaran tersebut demi mempertahankan nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan di sekolah dan melanggar kebijakan pemerintah ?

Ada beberapa alternatif lain yang dapat dipertimbangkan untuk memperbaiki dan membangun fasilitas olahraga tanpa harus menerima sponsor dari perusahaan rokok, yaitu :
1) Mencari sponsor dari perusahaan yang tidak terkait dengan produk yang berbahaya bagi kesehatan atau melanggar aturan pemerintah, seperti perusahaan makanan atau minuman sehat, perusahaan teknologi, atau perusahaan jasa lainnya.
2) Mengajukan proposal ke pemerintah setempat untuk mendapatkan dana dari program bantuan pembangunan sekolah atau program pemerintah yang sesuai.

Keputusan yang saya ambil :
Saya dapat mencari perusahaan lain yang dapat menjadi sponsor alternatif untuk memperbaiki kondisi gedung sekolah dan membangun fasilitas olahraga. Dalam mencari sponsor alternatif, penting untuk memperhatikan apakah perusahaan tersebut memiliki nilai dan prinsip yang sejalan dengan nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan di sekolah serta tidak melanggar aturan pemerintah.
Melakukan kampanye penggalangan dana dari masyarakat atau alumni sekolah
Mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan untuk mendapatkan dana dari program bantuan pembangunan Lapangan Olahrga atau program pemerintah lainnya yang sesuai

Bagaimana kondisi Pendidikan Indonesia saat ini?
Kondisi pendidikan Indonesia saat ini melibatkan sejumlah tantangan dan upaya perbaikan. Pemerintah Indonesia meluncurkan Program Merdeka Belajar sebagai inisiatif untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan meningkatkan daya saing siswa di tingkat nasional maupun global. Berikut adalah beberapa poin yang saya gambarkan terkait kondisi pendidikan Indonesia saat ini
A. Tantangan Pendidikan Indonesia
1) Akses dan Kesetaraan, masih ada disparitas akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta antara pulau-pulau di Indonesia. Beberapa daerah masih menghadapi kesulitan dalam mendapatkan guru berkualitas.
2) Kualitas Pembelajaran, tantangan terus muncul terkait dengan kualitas pembelajaran. Hafalan masih menjadi fokus utama, dan kurangnya penekanan pada keterampilan praktis dan pemahaman konsep menjadi masalah.
3) Literasi Digital dan Teknologi, Perlu meningkatkan literasi digital dan integrasi teknologi dalam pendidikan untuk menghadapi tuntutan zaman.
B. Keberhasilan Program Merdeka Belajar

a) Fleksibilitas Kurikulum
1.Memberikan kebebasan bagi siswa untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka.
2.Mengurangi beban kurikulum agar siswa memiliki lebih banyak waktu untuk eksplorasi dan pengembangan kreativitas.
b) Peningkatan Kualitas Pendidikan
1.Memperkenalkan sistem pendidikan yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
2.Mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualifikasi guru dan pendekatan pengajaran yang inovatif.
c) Penggunaan Teknologi
1.Mendorong penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, termasuk pemanfaatan akun belajar.id dan platform Merdeka Mengajar untuk mendukung on line.
d) Pendidikan Karakter
1.Memasukkan pembelajaran karakter sebagai bagian integral dari proses pendidikan.
2.Mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan sosial kepada siswa.

C. Tantangan yang Masih Dihadapi
a)Implementasi Merdeka Belajar masih dalam perkembangan, dan perubahan memerlukan waktu. Evaluasi dan penyesuaian terus menerus perlu dilakukan.
b)Adanya ketidaksetaraan antarwilayah dan antarpendidikan tingkat daerah masih menjadi tantangan.
c)Penyediaan infrastruktur, termasuk ketersediaan teknologi di seluruh wilayah, perlu terus diperbarui untuk mendukung pembelajaran yang efektif.
Dengan menggambarkan kondisi pendidikan Indonesia saat ini dan keberhasilan Program Merdeka Belajar.

Menurut anda, apa saja yang menjadi aset/kekuatan sekolah? aset/kekuatan apa yang paling besar dimiliki oleh sekolah?
Yang menjadi Aset/kekuatan sekolah SMA Negeri 1 Bone adalah :

  1. Modal Manusia (Guru Berkualitas)
    Guru berkualitas tinggi, dengan keterampilan mengajar yang baik, pemahaman mendalam terhadap kebutuhan siswa, dan komitmen terhadap pendidikan, dapat menjadi kekuatan utama sekolah. Kualitas pengajaran dapat berdampak langsung pada prestasi siswa dan iklim belajar di sekolah.
  2. Modal Sosial (Hubungan dengan Orang Tua dan Masyarakat)
    Hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat dapat menjadi kekuatan besar. Dukungan orang tua, partisipasi dalam kegiatan sekolah, dan keterlibatan masyarakat dapat memberikan dukungan luas yang diperlukan.
  3. Modal politik (Kepemimpinan Sekolah yang Efektif)
    Kepemimpinan sekolah yang efektif adalah modal politik yang signifikan. Kepala sekolah yang mampu memberikan arahan, visi, dan strategi yang jelas dapat membimbing sekolah menuju tujuan pendidikan yang lebih baik.
  4. Modal agama dan budaya (Budaya Sekolah yang Positif)
    Budaya sekolah yang positif dan inklusif, yang memperhatikan nilai-nilai agama dan budaya setempat, dapat menjadi kekuatan utama. Ini menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan mendukung perkembangan siswa.
  5. Modal fisik (Fasilitas dan Infrastruktur)
    Fasilitas dan infrastruktur yang memadai, termasuk gedung, ruang kelas, perpustakaan, dan fasilitas lainnya, dapat menjadi kekuatan. Fasilitas yang baik menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif.
  6. Modal lingkungan (Kurikulum yang Relevan)
    Kurikulum yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan siswa dapat menjadi kekuatan. Ini membantu siswa untuk terlibat dengan materi pembelajaran dan mengembangkan keterampilan yang relevan.
  7. Modal finansial (Teknologi dan Sumber Daya Pembelajaran)
    Ketersediaan modal finansial untuk mendukung teknologi modern dan sumber daya pembelajaran adalah kekuatan utama. Ini menciptakan peluang untuk meningkatkan metode pembelajaran dan akses terhadap berbagai sumber daya.

Yang menjadi kekuatan yang paling besar dimiliki oelh sekolah adalah Kombinasi dan sinergi antara aset-aset ini dapat menjadi kekuatan terbesar sebuah sekolah. Sebagai contoh, guru berkualitas yang bekerja sama dengan orang tua, didukung oleh kepemimpinan sekolah yang efektif, dapat menciptakan lingkungan belajar yang optimal.
Mohon ceritakan 1 pengalaman terkait pengelolaan sumber daya/penerapan asset-based approach yang pernah Anda terapkan.
Berikut adalah pengalaman saya terkait pengelolaan sumber daya atau penerapan pendekatan berbasis aset (asset-based approach) yang pernah saya terapkan di SMA Negeri 1 Bone:
Pada waktu itu di Bulan Juli Awal Semester Ganjil TP. 2023/2024, kami di SMA Negeri 1 Bone merasa perlu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Daripada hanya fokus pada kekurangan yang mungkin ada, saya memutuskan untuk mengadopsi pendekatan berbasis aset yang pernah saya dapatkan saat mengikuti Program Guru Penggerak dan untuk mengoptimalkan sumber daya yang kami miliki.

  1. Analisis Modal Manusia (Guru Berkualitas) Saya memulai dengan mengidentifikasi kekuatan dan keahlian para guru di sekolah. Melalui diskusi kelompok dan observasi kelas, saya dapat mengenali bakat-bakat unik dan pendekatan mengajar yang efektif dari masing-masing guru.
  2. Pengembangan Modal Sosial (Kolaborasi Antar Guru) Saya mendorong kolaborasi antar guru untuk saling berbagi pengalaman dan strategi pengajaran yang berhasil. Kami membentuk tim kerja guru untuk mendukung dan memotivasi satu sama lain, menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan profesional.
  3. Penggunaan Modal Fisik dengan Efisien (Optimalisasi Sarana dan Prasarana) Meskipun sumber daya fisik mungkin terbatas, kami berfokus pada penggunaan efisien ruang kelas, perpustakaan, dan fasilitas lainnya. Penataan ulang ruang kelas dan jadwal pembelajaran membantu kami mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas.
  4. Pemberdayaan Lingkungan Pembelajaran (Kurikulum yang Relevan) Kami merancang kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan siswa dan memanfaatkan kekuatan setiap mata pelajaran. Dengan melibatkan siswa dalam proses pengembangan kurikulum, kami menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan.
  5. Pengelolaan Modal Finansial (Pemanfaatan Anggaran dengan Bijak) Saya bekerja sama dengan tim manajemen BOS sekolah untuk mengelola anggaran dengan bijak. Kami menetapkan prioritas dan mengalokasikan dana untuk pelatihan guru, pengadaan materi pembelajaran, dan perbaikan fasilitas sesuai dengan kebutuhan mendesak.
    Melalui pendekatan berbasis aset ini, kami berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Bone. Guru merasa diakui atas kontribusi mereka, kolaborasi antar guru semakin erat, dengan siswa .

9)PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

Menurut Anda, siapa yang seharusnya memegang kendali di dalam proses pembelajaran yang baik? Apa peran pendidik di sana? Apa saja yang akan dibangun lewat pembelajaran yang baik itu? Jelaskan alasan dan elaborasikan dengan jelas jawaban Anda.
Dalam proses pembelajaran yang baik, kendali seharusnya menjadi hasil dari kolaborasi antara pendidik, siswa, dan lingkungan pembelajaran. Namun, peran pendidik memiliki pengaruh signifikan dalam mengelola dan memandu proses tersebut. Berikut adalah rincian jawaban dan elaborasi lebih lanjut:

  1. Pendidik sebagai Fasilitator dan Pemandu
    Fasilitator Pembelajaran Pendidik memiliki peran sebagai fasilitator, menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk aktif terlibat. Pendidik harus mendukung akses siswa terhadap informasi dan sumber daya yang diperlukan.
    Pemandu Pembelajaran Pendidik harus memberikan bimbingan dan arahan yang jelas, membantu siswa memahami tujuan pembelajaran, dan menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa.
  2. Pembelajaran yang Memotivasi dan Relevan
    Motivasi Pendidik berperan dalam memotivasi siswa dengan menciptakan pembelajaran yang menarik dan relevan. Pemilihan metode pengajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa dapat meningkatkan minat dan motivasi mereka.
    Relevansi Materi Pembelajaran Pendidik harus menyusun kurikulum dan memilih materi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan siswa. Hal ini membantu siswa melihat kaitan antara materi pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka.
  3. Pembangunan Keterampilan Abad ke-21
    Keterampilan Kritis dan Kreatif Pendidik bertanggung jawab untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa.
    Kemampuan Berkomunikasi dan Kerjasama Pendidik perlu menciptakan peluang bagi siswa untuk berkomunikasi secara efektif dan bekerja sama dalam situasi tim. Ini mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.
  4. Pengembangan Sikap Positif dan Etika
    Pendidikan Karakter Pendidik memiliki peran penting dalam pengembangan sikap positif dan etika siswa. Mendukung pembelajaran yang mencakup nilai-nilai moral dan etika
    Alasan:
    Kolaborasi antara pendidik dan siswa menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan inklusif, memungkinkan pertukaran ide dan pemikiran.
    Pendidik sebagai fasilitator dan pemandu memberikan arah yang diperlukan sambil memberikan ruang bagi kreativitas dan inisiatif siswa.
    Pembelajaran yang motivasi dan relevan merangsang minat siswa, menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan berdampak.
    Pengembangan keterampilan abad ke-21 memberi siswa bekal untuk menghadapi tuntutan dunia yang terus berkembang.
    Ceritakan 1 pengalaman Anda dalam mengelola program atau kegiatan sekolah yang berpihak pada murid. Jelaskan apa programnya? Apa peran spesifik anda di sana? Apa peran konkret murid di sana? Apakah Anda melibatkan komunitas dan program tersebut? Jika ya, jelaskan bagaimana mereka dapat terlibat. Keberhasilan nyata/dampak positif spesifik yang tampak dalam program/kegiatan tersebut?
    Judul Program: “Sahabat Peduli” di SMA Negeri 1 Bone
    Pada suatu waktu di SMA Negeri 1 Bone, saya sebagai guru, bersama dengan rekan-rekan sekolah, menginisiasi program bernama “Sahabat Peduli.” Program ini menjadi wujud nyata dari kepedulian dan empati para siswa terhadap masyarakat sekitar.
    Deskripsi Program : Program “Sahabat Peduli” fokus pada kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat untuk membantu mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan pengumpulan donasi, kunjungan ke panti asuhan/rumah lansia, aksi bersih sekolah dan lingkungan, program mentoring, dan kampanye kesadaran sosial, para siswa terlibat langsung dalam memberikan dampak positif di lingkungan sekitar.
    Peran Saya : Sebagai penggagas program, peran saya adalah membimbing dan memfasilitasi kelompok, mengidentifikasi peluang kolaborasi dengan komunitas, dan menyelaraskan program dengan visi dan misi sekolah. Saya juga berperan dalam memberikan dukungan moral dan logistik, sehingga para siswa dapat menjalankan kegiatan dengan lancar.
    Peran Murid : Para siswa terlibat aktif dalam setiap aspek program. Mereka tidak hanya mengumpulkan donasi dan mengunjungi panti asuhan, namun juga memainkan peran sebagai mentor bagi siswa yang lebih junior, serta menjadi agen perubahan dalam kampanye kesadaran sosial.
    Melibatkan Komunitas: Program “Sahabat Peduli” berhasil melibatkan komunitas dengan menggalang dukungan dari orang tua siswa, kerjasama dengan pemerintah kecamatan dan desa, dan memanfaatkan jejaring sekolah dengan masyarakat sekitar.
    Keberhasilan dan Dampak Positif :
    Peningkatan Kepedulian Sosial. Program ini berhasil meningkatkan kepedulian sosial dan empati di antara siswa.
    Pengembangan Keterampilan Kepemimpinan. Melalui program mentoring, siswa mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan kerjasama tim.
    Ikatan Antara Siswa dan Masyarakat. Program ini memperkuat ikatan antara siswa dan masyarakat sekitar.
    Pemahaman Tentang Tanggung Jawab Sosial. Para siswa mendapatkan pengalaman nyata dalam pengabdian masyarakat, memperdalam pemahaman tentang tanggung jawab sosial, dan pentingnya membantu sesama.
    Dengan melibatkan siswa secara aktif dan menggalang dukungan komunitas, program “Sahabat Peduli” tidak hanya menjadi wadah untuk pengembangan karakter, tetapi juga menciptakan dampak positif yang nyata dalam membentuk generasi yang peduli dan empati.

ESAY
CERITAKAN APA YANG MEMOTIVASI ANDA UNTUK MELAMAR MENJADI FASILITATOR ?
Kelengkapan data esai
Apa kelebihan Anda yang dapat mendukung sebagai seorang Fasilitator? Upaya apa saja yang telah Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan diri Anda sebagai seorang Fasilitator?
Sebagai seorang Fasilitator, saya mengidentifikasi beberapa kelebihan dan upaya yang telah saya lakukan untuk meningkatkan kemampuan diri saya :
Kelebihan :

  1. Empati dan Komunikasi Efektif.
  2. Kemampuan Pemecahan Masalah.
  3. Adaptabilitas.
  4. Kemampuan Mengelola Konflik.
    Upaya Peningkatan Kemampuan:
  5. Pelatihan dan Workshop.
  6. Mengikuti Komunitas Profesional.
  7. Menerima dan Memberikan Umpan Balik.
  8. Membaca dan Riset.
  9. Penerapan Prinsip Pembelajaran Berkelanjutan. Saya berkomitmen untuk terus berkembang

Tantangan apa yang hadapi saat Anda menjalankan peran sebagai seorang Fasilitator? Bagaimana cara Anda mengatasinya?
Sebagai seorang Fasilitator, saya menghadapi beberapa tantangan yang umumnya terkait dengan dinamika kelompok dan pengelolaan situasi. beberapa tantangan dan cara saya mengatasinya :
Tantangan:

  1. Konflik di Antara Peserta
  2. Rendahnya Partisipasi
  3. Waktu yang Terbatas
    Cara Mengatasi:
  4. Menangani Konflik dengan Bijaksana
  5. Menciptakan Lingkungan Inklusif
  6. Pengelolaan Waktu yang Efisien
  7. Meningkatkan Partisipasi dengan Pendekatan Interaktif
  8. Refleksi dan Penyesuaian
    Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk tetap menghidupkan semangat sebagai seorang Fasilitator?
    Sebagai seorang Fasilitator, menjaga semangat dan energi positif adalah kunci untuk memberikan dampak yang maksimal. Ada Beberapa cara upaya yang saya lakukan untuk tetap menghidupkan semangat sebagai seorang Fasilitatobr:
  9. Persiapan yang Matang
  10. Menetapkan Tujuan yang Jelas
  11. Berbagi Cerita Inspiratif
  12. Berinteraksi Aktif dengan Peserta
  13. Mengadopsi Pendekatan Kreatif
  14. Menerima Umpan Balik dengan Terbuka
  15. Membuat Lingkungan yang Positif
  16. Berbagi Keberhasilan Bersama
  17. Berfokus pada Pembelajaran Bersama
    Berikan
    Kelengkapan data esai
    Kapan kejadiannya? Pelatihan apa yang Anda berikan saat itu? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut?
    Kejadiannya terjadi pada tahun 2022 dengan nama pelatihan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam proses Pembelajaran saya menghadapi situasi di mana sebagian besar guru di SMA Negeri 1 Bone mengalami kesulitan mengaktivasi akun Belajar.id mereka.
    Saya termotivasi untuk melakukan pelatihan ini karena saya ingin memastikan bahwa semua guru dapat memanfaatkan akun Belajar.id dengan baik dalam proses pembelajaran.Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan akses lebih luas kepada sumber daya pendidikan .

Upaya apa yang Anda lakukan untuk memastikan inisiatif tersebut terlaksana? Tantangan apa yang Anda hadapi saat itu? Bagaimana cara Anda mengatasinya?
Untuk memastikan inisiatif pemanfaatan Akun Belajar.id oleh guru di SMA Negeri 1 Bone terlaksana, saya mengambil beberapa upaya strategis:
1.Perencanaan yang Matang
2.Pelatihan Intensif tentang Belajar.id
3.Bimbingan Individual
Tantangan yang dihadapi termasuk:
Keseriusan Guru
Keterbatasan Pemahaman Teknologi
Walaupun menghadapi beberapa kendala, sejumlah guru mengalami peningkatan kompetensi dalam penerapan inovasi dan teknologi dalam pembelajaran. Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Bone.
Bagaimana hasilnya?
Hasil dari inisiatif pemanfaatan Akun Belajar.id oleh guru di SMA Negeri 1 Bone sangat memuaskan. Meskipun menghadapi beberapa tantangan, program ini mencapai beberapa hasil positif yang dapat diukur:

  1. Peningkatan Partisipasi Guru
    2.Peningkatan Kompetensi Teknologi
    3.Peningkatan Kualitas Pembelajaran
    4.Dukungan Komunitas Guru
  2. Peningkatan Keterlibatan Siswa
    Secara keseluruhan, inisiatif ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Bone.menciptakan lingkungan
    Ceritakan pengalaman anda melakukan evaluasi atas keberhasilan
    Kelengkapan data esai
    Apa nama pelatihan tersebut? Jelaskan tujuan dan capaian yang ingin dituju dilakukannya pelatihan tersebut. Siapa saja peserta yang mengikuti pelatihan tersebut?
    Pelatihan tersebut dinamakan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran.Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru-guru di SMA Negeri 1 Bone dalam memanfaatkan platform Belajar.id sebagai sarana efektif . Capaian yang ingin dituju melibatkan
    1.Aktivasi Akun Belajar.id
    2.Peningkatan Kompetensi Teknologi
    3.Peningkatan Kualitas Pembelajaran
    4.Pembentukan Komunitas Belajar,
    Peserta pelatihan ini adalah para guru belum memanfaatkan atau mengaktivasi akun Belajar.id

Apa kriteria yang Anda gunakan untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan tersebut? Jelaskan kriteria-kriteria tersebut secara spesifik
Untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran, saya menggunakan beberapa kriteria yang dapat mengukur dampak dan efektivitas pelatihan.

  1. Aktivasi Akun Belajar.id
  2. Partisipasi Guru
  3. Peningkatan Keterampilan Teknologi
  4. Peningkatan Kualitas Pembelajaran
  5. Pemberdayaan Siswa
  6. Kualitas Materi Pembelajaran
  7. Pembentukan Komunitas Belajar: Apakah terbentuknya komunitas guru yang saling mendukung?

Ceritakan bagaimana Anda mengevaluasi pelatihan berdasarkan kriteria yang Anda sebutkan di poin sebelumnya
Untuk mengevaluasi pelatihan dan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran, saya menerapkan metode evaluasi yang mencakup semua kriteria

  1. Aktivasi Akun Belajar.id
    Mengumpulkan data jumlah guru yang berhasil mengaktivasi akun mereka setelah pelatihan.
  2. Partisipasi Guru
    Melakukan survei kepuasan peserta untuk menilai tingkat kehadiran, keterlibatan, dan partisipasi aktif.
  3. Peningkatan Keterampilan Teknologi
    Melakukan tes sebelum dan sesudah pelatihan untuk menilai peningkatan keterampilan teknologi.

Bagaimana hasilnya?
Hasil dari evaluasi pelatihan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran menunjukkan dampak positif pada

  1. Aktivasi Akun Belajar.id
    Sebanyak 100% guru berhasil mengaktivasi akun Belajar.id mereka dalam 1 minggu
  2. Partisipasi Guru
    Survei kepuasan peserta menunjukkan tingkat kehadiran dan partisipasi aktif mencapai 100%.
    Guru-guru menilai pelatihan sebagai bermanfaat dan relevan
  3. Meningkatan Keterampilan Teknologi
    Tes keterampilan teknologi sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan menjadi 93%
    Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?
    Kejadian ini terjadi sepanjang Tahun 2022 di SMA Negeri 1 Bone.
    Masukan atau umpan balik yang saya terima secara spesifik adalah apresiasi dan tanggapan positif dari rekan sejawat terkait dengan upaya saya dalam berbagi informasi tentang penggunaan akun Belajar.id. Beberapa rekan sejawat memberikan testimoni bahwa informasi yang saya bagikan sangat membantu mereka dalam mengaktifkan dan memanfaatkan akun Belajar.id di kelas. Saat menerima masukan atau umpan balik tersebut, saya merasa sangat bersyukur dan termotivasi.

Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda? Berdasarkan masukan serta umpan balik yang Anda terima, ceritakan pula tindakan yang Anda lakukan untuk mengembangkan diri Anda
Sikap saya terhadap masukan dan umpan balik tersebut sangat positif. Saya melihatnya sebagai peluang untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi lebih baik. Berikut adalah tindakan yang saya lakukan untuk mengembangkan diri berdasarkan masukan tersebut :
Saya melakukan refleksi mendalam terhadap masukan yang diberikan.
Peningkatan Materi,saya melakukan pembaruan pada materi yang saya bagikan. Saya mencari informasi terbaru dan menyempurnakan panduan langkah demi langkah agar lebih mudah dipahami

Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik, saya juga mengambil inisiatif untuk mendukung proses pengembangan diri dengan cara-cara di luar kebiasaan. Beberapa langkah yang saya ambil termasuk :
(Mengikuti Seminar Tentang Pendidikan), saya aktif menghadiri seminar tentang pendidikan baik secara daring maupun luring. Ini memberi saya peluang untuk mendengarkan pemikiran-pemikiran baru, tren terkini, dan praktik terbaik dalam dunia pendidikan.
(Banyak belajar di Platform Merdeka Mengajar), saya memilih untuk banyak belajar di PMM, tentang Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Berdiferensiasi, menonton vidio vidio praktik baik pembelajaran. Meskipun terkadang melelahkan, ini memberi saya perspektif yang lebih luas dan keterampilan tambahan.
(Kolaborasi dengan Rekan Sejawat), saya aktif berkolaborasi dengan guru dari disiplin ilmu yang berbeda. Ini membuka cakrawala baru dan membantu saya melihat pendidikan sebagai suatu kesatuan, bukan hanya sebagai mata pelajaran saya saja. (Partisipasi dalam Inovasi Pembelajaran), terlibat bersama guru

Ceritakan pula penerapan yang Anda lakukan berdasarkan proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda. Berikan contoh situasi spesifik (minimal 100 kata)
Sebagai seorang guru di SMA Negeri 1 Bone, penerapan proses pembelajaran yang saya lakukan mencakup identifikasi kebutuhan guru dalam penggunaan akun Belajar.id. Setelah melakukan survei dan berinteraksi langsung dengan rekan sejawat, saya menyadari bahwa sebagian besar guru belum mengaktifkan akun Belajar.id mereka pada tahun 2021 Untuk mengatasi ini, saya merancang dan mengimplementasikan serangkaian sesi pelatihan intensif.
Contohnya, pada suatu sesi pelatihan, saya memandu guru-guru langkah demi langkah tentang cara mengaktifkan akun, mengelola kelas, dan memanfaatkan fitur-fitur platform secara optimal.Sesi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada setiap guru.Selain itu, saya menyelenggarakan sesi bimbingan individual agar guru-guru dapat mengatasi kesulitan atau pertanyaan spesifik mereka. Meskipun menghadapi beberapa kendala, seperti tingkat keterlibatan yang rendah dari sebagian guru, usaha ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam aktivasi akun dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar di SMA Negeri 1Bone.

Kapan waktu kejadiannya? Siapa saja yang Anda bimbing saat itu? Apa yang mendorong Anda melakukan bimbingan tersebut?
Kejadiannya adalah di awal Tahun Pelajaran 2023/2024. Saya membimbing rekan sejawat dalam pelatihan untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Bimbingan terdiri dari para guru di sekolah Sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum ketika melakukan observasi terhadap praktik mengajar konvensional yang masih dominan . Saya termotivasi oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan merespons kebutuhan belajar murid

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang telah Anda sampaikan saat memberikan pelatihan?
Untuk memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang saya sampaikan saat memberikan pelatihan, saya melakukan sejumlah upaya :

  1. Memberikan Penjelasan Mendalam Tentang Bagaimana cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Pendekatan Berdiferensiasi.
  2. Mendorong terjadinya Diskusi Interaktif berdasarkan pengalaman masing masing guru. Saya mendorong peserta untuk berpartisipasi dalam diskusi interaktif.
  3. Memberikan beberapa contoh Studi Kasus yang sudah berhasil menerapakan pendekatan berdiferensiasi dalam pembelajaran.
  4. Memberikan Latihan Praktis tentang Pemelajaran Berdiferensiasi. menerapkan konsep berdiferensiasi dalam situasi belajar yang simulatif. Ini memberikan kesempatan langsung saya membuka sesi
  5. Pertanyaan dan jawaban untuk memastikan bahwa setiap peserta memiliki pemahaman yang solid. Saya merespons pertanyaan dengan cermat.
  6. Umpan Balik Individu. Saya memberikan umpan balik individu kepada peserta, mengakui keberhasilan mereka dan memberikan pandangan konstruktif untuk perbaikan jika diperlukan.

Ceritakan pula hal lain yang Anda lakukan untuk peserta lain yang Anda nilai memerlukan bimbingan lebih guna memastikan kesesuaian pemahaman ataupun menampilkan keterampilan yang dipersyaratkan dalam pelatihan?
Selain pendekatan umum dalam memastikan pemahaman peserta, saya juga melakukan pendekatan khusus untuk individu yang saya nilai memerlukan bimbingan lebih. Saya menyelenggarakan sesi konsultasi pribadi dengan peserta yang mungkin menghadapi kesulitan tertentu atau memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Dalam sesi ini, saya memberikan penjelasan tambahan, memberikan contoh konkret, dan mengidentifikasi cara-cara khusus penerapan materi dalam konteks pengajaran mereka. Saya juga mendorong mereka untuk berbagi pengalaman

Bagaimana hasilnya?
Hasil dari pendekatan ini sangat positif. Peserta yang mendapatkan bimbingan khusus menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap konsep-konsep pendekatan berdiferensiasi. Mereka lebih percaya diri dalam mengidentifikasi kebutuhan dan gaya belajar siswa, serta merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik masing-masing individu. Sesi konsultasi pribadi juga menciptakan kolaborasi yang erat antara saya dan peserta, membangun hubungan kerja sama yang kuat.

Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu terkait dengan peserta didik?
Kejadian ini terjadi di awal tahun 2022, di mana saya menghadapi situasi yang memerlukan pemahaman mendalam terkait permasalahan peserta didik. Saat itu, melalui penyelenggaraan forum diskusi terbuka di kelas, saya menemukan beberapa permasalahan yang dihadapi siswa, antara lain tantangan pemahaman materi, masalah kurangnya motivasi, dan tantangan sosial serta emosional. Saya berusaha untuk memahami sudut pandang mereka dan mencari solusi yang sesuai agar dapat memberikan dukungan yang efektif bagi perkembangan siswa.

Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami sudut pandang peserta didik sehingga mampu memahami dan menyelaraskan tindakan yang Anda lakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka?
Saya mengambil berbagai langkah untuk memahami sudut pandang peserta didik. Pertama, saya menggelar forum diskusi terbuka di kelas, memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbicara tentang pengalaman belajar mereka. Selanjutnya, saya melakukan survei dan wawancara individu, mendapatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan preferensi siswa. Observasi langsung terhadap aktivitas belajar, baik secara formal maupun informal, juga menjadi bagian dari pendekatan ini. Dengan langkah-langkah ini, saya berhasil menggali dan menyelaraskan sudut pandang siswa, memungkinkan saya menyesuaikan tindakan pengajaran dengan kebutuhan unik masing-masing siswa. Melalui proses ini, saya menemukan beberapa permasalahan peserta didik termasuk. Masalah kurangnya motivasi, kekurangan motivasi menjadi isu yang muncul. Beberapa siswa mungkin merasa kurang tertarik pada beberapa mata pelajaran atau kesulitan melihat relevansi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka. dan tantangan sosial serta emosional yang dihadapi oleh peserta didik.

Bagaimana pula cara Anda memastikan keberhasilan pencapaian para peserta didik melalui kontribusi Anda terhadap mereka?
Untuk memastikan keberhasilan saya melakukannnya dengan cara

  1. Evaluasi Kemajuan Akademis. Saya secara teratur melakukan evaluasi kemajuan akademis siswa melalui berbagai bentuk penilaian
  2. Komunikasi Aktif dengan Siswa. Saya menjaga komunikasi aktif dengan siswa
  3. Dukungan Individual. Saya memberikan dukungan individual kepada siswa yang memerlukan bantuan tambahan, baik dalam pemahaman materi maupun keterampilan
  4. Keterlibatan Orang Tua. Melibatkan orang tua atau wali murid dalam pemantauan kemajuan siswa.

Bagaimana hasilnya?
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, hasilnya sangat memuaskan. Siswa telah mengalami perubahan signifikan terkait permasalahan yang dihadapi, termasuk tantangan pemahaman materi, kurangnya motivasi, dan tantangan sosial serta emosional. Pemahaman materi meningkat melalui pendekatan pembelajaran yang disesuaikan, motivasi siswa tumbuh melalui dukungan dan penekanan pada tujuan pribadi, sementara tantangan sosial dan emosional diatasi melalui dialog terbuka dan bimbingan individual. mencerminkan hasil yang sangat baik

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Paper Based Interviuw (Pbi) Calon Fasilitator Daerah Khusus (Dasus)”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/tamrinbone7930/656b9b68c57afb7bcd0dda42/paper-based-interviuw-pbi-calon-fasilitator-daerah-khusus-dasus?page=all&page_images=2

Kreator: TAMRIN

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tuliskan filosofi pendidikan Anda yang menjadi landasan interaksi sosial antara guru dan murid dalam penerapan disiplin positif terkait 1) peran Anda, 2)posisi Anda dan murid, 3)tanggung jawab, dan 4)penerapan disiplin.
Filosofi pendidikan saya yang menjadi landasan interaksi sosial antara guru dan murid dalam penerapan disiplin positif adalah berdasarkan pada pemahaman bahwa pendidikan adalah proses kolaboratif di mana guru dan murid saling mendukung dalam pembelajaran dan pertumbuhan. Filosofi ini mencerminkan komitmen saya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter, kemandirian, dan tanggung jawab siswa.
(Peran Saya)
Sebagai seorang guru, peran saya adalah sebagai fasilitator pembelajaran dan mentor. Saya melihat diri saya sebagai sumber inspirasi, panduan, dan teladan bagi siswa. Saya bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, di mana siswa merasa diterima dan dihargai. Saya juga bertanggung jawab untuk membimbing siswa dalam memahami konsep-konsep disiplin positif dan membantu mereka mengembangkan keterampilan untuk mengatasi konflik dan tantangan.
(Posisi Saya dan Murid)
Dalam filosofi saya, saya melihat posisi saya dan murid sebagai mitra dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya penerima pengetahuan, tetapi juga aktor aktif dalam pengembangan disiplin positif. Saya percaya bahwa setiap siswa memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang, dan tugas saya adalah untuk mendukung mereka dalam mengaktualisasikan potensi tersebut.
(Tanggung Jawab) Tanggung jawab saya adalah untuk :
a) Menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter, empati, dan rasa hormat di antara siswa.
b) Memberikan panduan yang jelas tentang aturan dan ekspektasi dalam kelas.
c) Mengajarkan keterampilan komunikasi, konflik resolution, dan pengelolaan emosi kepada siswa.
d) Memberikan umpan balik konstruktif dan memberdayakan siswa untuk mengambil tanggung jawab atas perilaku mereka.
e) Mendorong kolaborasi dan keterlibatan siswa dalam merumuskan aturan kelas dan solusi untuk konflik.
(Penerapan Disiplin)
Penerapan disiplin positif dalam filosofi saya berfokus pada pendekatan preventif daripada punitive. Saya berusaha untuk mengidentifikasi potensi konflik sebelum mereka berkembang dan bekerja sama dengan siswa untuk menemukan solusi yang memadai. Filosofi ini memandang disiplin sebagai kesempatan untuk mengajar nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, dan komunikasi efektif.
Mohon tuliskan satu pengalaman Anda dalam menerapkan disiplin positif, bisa dalam konteks peran anda sebagai seorang pendidik/guru, orangtua, atau seorang atasan. Tuliskan kapan waktunya dan seperti apa situasinya, tugas/peran Anda, tindakan/ hal yang Anda lakukan, dan hasilnya.
Salah satu pengalaman saya dalam menerapkan disiplin positif pada waktu saya sedang mengajar kelas 12 IPS 3 mata pelajaran sejarah yang terdiri dari siswa-siswa yang memiliki tingkat kedisiplinan yang bervariasi.
Waktu : Tahun Pelajaran 2022/2023.
Situasi: Saat itu, ada seorang siswa di kelas saya yang seringkali mengganggu kelas dengan perilaku tidak pantas. Dia sering menginterupsi saat saya sedang menjelaskan, membuat komentar yang kurang sopan, dan seringkali melanggar aturan kelas. Saya merasa perlu untuk menangani situasi ini agar tidak hanya siswa tersebut yang terpengaruh, tetapi juga agar lingkungan belajar tetap kondusif untuk siswa lainnya.
Tugas/Peran Saya: Sebagai guru, peran saya adalah untuk mengelola kelas dengan efektif, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran, dan membantu siswa dalam pengembangan perilaku yang lebih baik. Saya juga bertanggung jawab untuk menerapkan disiplin positif sebagai alternatif terhadap sanksi yang keras.
Tindakan/Hal yang Saya Lakukan:
Saya memutuskan untuk berbicara secara pribadi dengan siswa tersebut setelah pelajaran selesai. Saya ingin memahami alasan di balik perilakunya dan memulai percakapan yang positif.
Saya mendekati siswa tersebut dengan empati dan mengajukan pertanyaan terbuka. Saya mendengarkan apa yang dia rasakan dan alasan di balik perilakunya.
Kami berbicara tentang bagaimana perilakunya mempengaruhi kelas dan pembelajaran. Saya juga mengajaknya untuk berpikir tentang cara-cara dia bisa berkontribusi positif ke dalam kelas.
Bersama-sama, kami merumuskan Keyakinan kelas yang nantinya menjadi pedoaman bersama dengan jelas dan konsekuensi positif untuk perilaku yang baik. Siswa tersebut juga berpartisipasi dalam merumuskan aturan tersebut.
Hasilnya: Setelah berbicara dengan siswa tersebut dan melibatkannya dalam proses merumuskan keyakinan kelas, perilakunya mulai berubah. Dia menjadi lebih terlibat dalam pembelajaran, lebih sadar terhadap tindakannya, dan lebih hormat terhadap guru dan teman-temannya. Lingkungan kelas menjadi lebih positif, dan siswa lainnya juga merasakan manfaat dari perubahan tersebut. Ini adalah contoh nyata bagaimana pendekatan disiplin positif dapat membantu mengubah perilaku siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

5)MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR MURID MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Jika Anda masuk ke sebuah kelas yang gurunya mengimplementasikan pembelajaran berdiferesiasi, maka proses pembelajaran apa yang akan Anda lihat? (kegiatan yang dilakukan guru, kegiatan yang dilakukan murid, strategi pembelajaran, penilaian, dll)
Jika saya masuk ke dalam sebuah kelas yang gurunya sementara mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, maka saya akan melihat beberapa elemen yang mencerminkan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. Berikut adalah beberapa hal yang akan saya lihat :

  1. Pemahaman Kebutuhan Siswa
    Guru mungkin telah melakukan penilaian awal atau pemetaan kebutuhan siswa untuk memahami tingkat pemahaman, gaya belajar, dan kecepatan belajar mereka.
  2. Kelompok Pembelajaran
    Siswa dibagi ke dalam kelompok berdasarkan tingkat pemahaman atau kecepatan belajar mereka. Kelompok-kelompok ini dapat terus berubah sesuai dengan kemajuan siswa.
  3. Aktivitas yang Disesuaikan
    Guru memberikan tugas atau aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok. Ini dapat berupa berbagai tingkat kesulitan, bahan bacaan, atau jenis tugas.
  4. Pilihan Materi dan Sumber Daya
    Siswa memiliki pilihan materi atau sumber daya pembelajaran yang sesuai dengan minat mereka atau gaya belajar preferensial.
  5. Penilaian Formatif
    Guru melakukan penilaian formatif secara teratur untuk memantau kemajuan setiap siswa. Ini dapat melibatkan pemberian umpan balik langsung atau penyesuaian strategi pembelajaran.
  6. Kolaborasi Siswa
    Siswa mungkin terlibat dalam pengerjaan tugas kelompok yang mendorong kerjasama dan pertukaran ide antar mereka.
  7. Fleksibilitas dalam Penilaian
    Guru menggunakan berbagai bentuk penilaian, termasuk tugas proyek, presentasi, atau penilaian berbasis kinerja untuk memberikan gambaran yang holistik tentang pemahaman siswa.
  8. Adaptasi Selama Pembelajaran
    Guru dapat melakukan penyesuaian selama proses pembelajaran berlangsung berdasarkan tanggapan langsung dari siswa atau hasil penilaian formatif.
  9. Kemajuan Individual
    Siswa memiliki tanggung jawab untuk memantau kemajuan mereka sendiri dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang gaya belajar mereka.
  10. Fleksibilitas Ruang dan Waktu
    Pembelajaran tidak terbatas pada ruang dan waktu tertentu, dan siswa memiliki fleksibilitas untuk belajar sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.
    Pada dasarnya, pembelajaran berdiferensiasi menekankan penyesuaian pendekatan pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik individu setiap siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.
    Bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat meningkatkan kinerja murid dalam pembelajaran?
    Pembelajaran berdiferensiasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja murid dalam pembelajaran. Berikut adalah beberapa cara di mana pembelajaran berdiferensiasi dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja murid :
  11. Menyesuaikan dengan Gaya Belajar
    Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru untuk mengidentifikasi gaya belajar masing-masing siswa. Dengan menyajikan materi dalam berbagai bentuk (visual, auditori, kinestetik), siswa dapat lebih mudah memahami dan meresap informasi.
  12. Mengakomodasi Tingkat Pemahaman
    Dengan membagi siswa ke dalam kelompok berdasarkan tingkat pemahaman, siswa yang membutuhkan bantuan tambahan dapat menerima dukungan ekstra, sementara siswa yang lebih cepat dalam pemahaman dapat dipacu lebih lanjut.
  13. Memberikan Pilihan
    Memberikan pilihan dalam materi atau cara menyelesaikan tugas dapat meningkatkan motivasi siswa. Mereka merasa memiliki kendali atas pembelajaran mereka, yang dapat meningkatkan keterlibatan dan kinerja.
  14. Menyajikan Tantangan yang Sesuai
    Siswa yang lebih mampu dapat diberikan tugas atau proyek yang lebih menantang, sementara siswa yang membutuhkan pendekatan yang lebih sederhana masih dapat belajar dengan cara yang mendukung pemahaman mereka.
  15. Mengakomodasi Kecepatan Belajar
    Dengan memberikan materi tambahan atau memungkinkan akses ke sumber daya ekstra, siswa dapat belajar pada kecepatan yang sesuai dengan kemampuan mereka, mencegah kebosanan atau kebingungan.
  16. Mendorong Kolaborasi
    Pembelajaran berdiferensiasi dapat mempromosikan kolaborasi antara siswa. Melibatkan siswa dalam diskusi kelompok atau proyek tim dapat memperkaya pemahaman mereka melalui pertukaran ide.
  17. Menyajikan Materi yang Relevan:
    Guru dapat memilih materi yang relevan dengan minat atau kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran.
  18. Menyediakan Umpan Balik Segera
    Melalui penilaian formatif yang kontinu, guru dapat memberikan umpan balik langsung kepada siswa. Hal ini memungkinkan mereka untuk memahami kekuatan dan kelemahan mereka, sehingga dapat meningkatkan kinerja mereka seiring waktu.
    Pembelajaran berdiferensiasi, dengan merespon kebutuhan dan karakteristik unik setiap siswa, dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang memotivasi, dan mendukung perkembangan individu.
    Mohon tuliskan satu pengalaman Anda dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik/latih yang beragam di kelas Anda
    Salah satu pengalaman dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik/latih yang beragam di kelas saya kelas 12 IPS mata pelajaran Sejarah di SMA Negeri 1 Bone
    Saat mengajar di kelas, saya menghadapi kelompok siswa dengan tingkat pemahaman yang beragam terkait topik Respon Internasional Terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Beberapa siswa sangat terampil dan cepat memahami, sementara yang lain memerlukan pendekatan yang lebih mendalam.
  19. Identifikasi Kebutuhan
    Pertama, saya mengidentifikasi kebutuhan belajar masing-masing siswa dengan memanfaatkan berbagai bentuk penilaian awal. Ini melibatkan tes diagnostik, observasi, dan diskusi individual untuk memahami gaya belajar dan tingkat pemahaman mereka.
  20. Pembelajaran Berbasis Kelompok
    Saya menyusun kegiatan pembelajaran berbasis kelompok di mana siswa dengan pemahaman yang lebih baik membantu teman sekelas yang memerlukan dukungan tambahan. Ini menciptakan lingkungan kolaboratif di mana siswa saling belajar satu sama lain.
  21. Pilihan Tugas dan Materi
    Memberikan pilihan tugas atau materi membantu memenuhi kebutuhan beragam siswa. Siswa yang lebih mahir diberi tugas ekstra atau proyek penelitian, sedangkan siswa yang memerlukan pendekatan yang lebih sederhana diberikan alternatif yang lebih dapat diakses.
  22. Dukungan Tambahan
    Saya menyediakan waktu ekstra setelah jam pelajaran untuk membantu siswa yang membutuhkan dukungan tambahan. Ini mencakup sesi konsultasi, pemberian umpan balik terperinci, dan penjelasan ulang materi.
  23. Pemanfaatan Teknologi
    Saya menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran diferensiasi. Memberikan akses ke materi pembelajaran daring atau sumber daya digital membantu siswa memilih gaya belajar yang paling sesuai untuk mereka.
  24. Penilaian Formatif
    Melalui penilaian formatif yang terus-menerus, saya dapat memantau kemajuan setiap siswa secara individual. Ini memberi saya wawasan tentang area-area di mana siswa memerlukan perhatian lebih lanjut.
  25. Komitmen terhadap Pemahaman Individual
    Saya secara berkala berbicara secara individual dengan setiap siswa untuk memahami perasaan mereka terkait pembelajaran. Ini menciptakan ruang di mana siswa merasa dihargai dan didengar.

6)PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

Apa pendapat Anda tentang manfaat pembelajaran sosial dan emosional dalam mewujudkan praktik pendidikan yang berpihak pada murid?
Pembelajaran sosial dan emosional (PSE) memiliki dampak positif yang signifikan dalam mewujudkan praktik pendidikan yang berpihak pada murid. Beberapa manfaat utama pembelajaran sosial dan emosional dalam konteks pembelajaran di kelas yang berpihak pada murid antara lain :

  1. Meningkatkan Kesejahteraan Emosional
    PSE membantu murid mengembangkan pemahaman dan pengelolaan emosi mereka, memberikan dasar bagi kesejahteraan emosional yang lebih baik. Dengan memahami dan mengelola emosi, murid dapat lebih baik menanggapi tekanan akademis, sosial, dan emosional.
  2. Meningkatkan Hubungan Sosial
    Pembelajaran kesadaran sosial dan keterampilan berelasi membantu murid membangun dan mempertahankan hubungan yang positif dengan teman sekelas dan guru. Interaksi sosial yang positif menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan mendukung.
  3. Mengembangkan Keterampilan Pribadi
    Pembelajaran manajemen diri membantu murid mengembangkan keterampilan seperti manajemen stres, motivasi diri, dan perencanaan tujuan pribadi.
    Dengan memiliki keterampilan pribadi yang baik, murid dapat mengoptimalkan potensinya dan meningkatkan rasa percaya diri.
  4. Mendukung Keterlibatan Akademis
    Murid yang memiliki kesejahteraan emosional yang baik cenderung lebih fokus dan termotivasi dalam belajar. Keterampilan manajemen diri membantu murid mengatasi hambatan akademis dan meningkatkan keterlibatan dalam proses pembelajaran.
  5. Membentuk Karakter dan Etika
    PSE membantu pembentukan karakter dengan menekankan pada nilai-nilai seperti empati, tanggung jawab, dan kejujuran. Murid yang memiliki karakter yang baik cenderung menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi positif.
  6. Mengatasi Konflik dan Meningkatkan Resolusi Masalah
    Pembelajaran pengambilan keputusan yang bertanggung jawab membantu murid mengembangkan keterampilan evaluasi dan pemecahan masalah.
    Dengan cara ini, murid dapat mengatasi konflik dengan cara yang konstruktif dan membangun lingkungan yang aman.
  7. Meningkatkan Keterampilan Keterampilan Belajar Hidup
    PSE memberikan murid alat untuk mengatasi tantangan kehidupan sehari-hari, seperti tekanan sosial, ketidakpastian, dan perubahan.
    Keterampilan ini membantu murid tidak hanya dalam pencapaian akademis tetapi juga dalam menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih efektif.
    Dengan memprioritaskan pembelajaran sosial dan emosional, praktik pendidikan dapat menjadi lebih berpihak pada murid
    Mohon tuliskan satu pengalaman Anda dalam menerapkan pembelajaran sosial dan emosional di lingkungan pendidikan.
    Pengalaman saya sebagai guru di SMA Negeri 1 Bone pernah terlibat dalam menerapkan pembelajaran sosial dan emosional di kelas. Pengalaman ini terjadi ketika saya mempraktekkan pengalaman ilmu yang saya dapatkan ketika mengikuti Program Guru Penggerak. Berikut adalah gambaran singkat pengalaman tersebut :
    (Konteks) siswa-siswi saya dengan latar belakang dan karakteristik yang beragam. Dimana sekolah saya memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademis tetapi juga pada perkembangan sosial dan emosional siswa.
    (Tujuan) Pada awal Tahun Pelajaran, kami sebagai tim pendidik bersama-sama menetapkan tujuan untuk meningkatkan Kompetensi sosial dan emosional siswa. Kami percaya bahwa menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional akan berdampak positif pada prestasi akademis mereka.
    (Tindakan)
    1) Pengembangan Program Kompetensi Sosial Emosional, kami mengembangkan Kompetensi emosional yang mencakup sesi-sesi pembelajaran khusus tentang kesadaran diri, manajemen emosi, dan keterampilan sosial.
    2) Mengintegrasikan PSE dalam Mata Pelajaran, saya bekerja sama dengan rekan-rekan guru untuk mengintegrasikan aspek-aspek pembelajaran sosial dan emosional ke dalam kurikulum mata pelajaran.
    (Refleksi)
    1) Kami melihat perubahan positif dalam interaksi sosial antar siswa. Adanya pemahaman yang lebih baik tentang emosi masing-masing siswa membantu mengurangi konflik di antara mereka.
    2) Siswa-siswi lebih terbuka untuk berbicara tentang tantangan sosial dan emosional yang mereka hadapi, sehingga memberikan peluang bagi kami untuk memberikan dukungan yang lebih baik.
    3) Ada peningkatan dalam keterlibatan siswa di dalam dan di luar kelas, serta perbaikan dalam konsentrasi dan fokus pada pembelajaran.
    Pengalaman ini mengukuhkan keyakinan saya bahwa pembelajaran sosial dan emosional memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk siswa secara holistik. Ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi di antara staf pendidik dan penerapan strategi yang terintegrasi dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa.

7)COACHING

Apa yang Anda pahami dan yakini tentang coaching?
Pemahaman saya tentang coaching adalah suatu pendekatan atau proses pendampingan yang dilakukan oleh seorang coach kepada individu atau kelompok untuk membantu mereka mencapai tujuan, mengembangkan potensi, dan meningkatkan kinerja. Beberapa keyakinan saya terkait coaching melibatkan prinsip-prinsip berikut :

  1. Kolaborasi dan Kepercayaan
    Coaching melibatkan hubungan yang kolaboratif antara coach dan coachee, dibangun atas dasar kepercayaan dan saling mendukung.
    Kolaborasi ini esensial untuk mencapai tujuan bersama dan memberikan dukungan yang efektif.
  2. Fokus pada Solusi
    Coaching berorientasi pada solusi, bukan hanya mengidentifikasi masalah. Prosesnya menekankan pencarian solusi yang praktis dan berkelanjutan.
    Pemahaman bahwa individu memiliki kemampuan untuk menemukan jawaban mereka sendiri.
  3. Orientasi pada Hasil yang Nyata
    Coaching bertujuan untuk mencapai hasil yang dapat diukur dan nyata. Ini mencakup peningkatan keterampilan, pertumbuhan pribadi, dan pencapaian tujuan spesifik.
    Memahami bahwa hasil yang diinginkan dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan konteks coachee.
  4. Proses Sistematis dan Terstruktur:
    Coaching melibatkan proses yang terstruktur dan terencana. Coach menggunakan berbagai teknik untuk membimbing individu melalui refleksi, pemahaman diri, dan tindakan konkrit.
    Pemahaman bahwa proses yang terstruktur memberikan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan dan perkembangan.
  5. Fasilitasi Pembelajaran dan Pengembangan Diri
    Coaching bukanlah memberikan jawaban langsung, tetapi lebih kepada membantu individu dalam proses belajar dan pengembangan diri mereka.
    Memfasilitasi eksplorasi pemikiran kreatif, ide baru, dan solusi inovatif.
  6. Peningkatan Performa dan Pertumbuhan Pribadi
    Coaching berfokus pada peningkatan kinerja kerja dan pertumbuhan pribadi coachee. Ini mencakup pengembangan keterampilan, mengatasi hambatan, dan mencapai hasil yang lebih baik.
    Memahami bahwa pertumbuhan pribadi berkontribusi pada keberhasilan baik dalam kehidupan profesional maupun pribadi.
  7. Stimulasi Pemikiran Kreatif
    Coaching melibatkan stimulasi pemikiran kreatif dan eksplorasi ide baru. Coach mendorong coachee untuk berpikir di luar batasan yang ada.
    coaching adalah alat yang kuat untuk membantu individu atau kelompok mencapai potensi maksimal mereka dan mencapai tujuan yang diinginkan.

Tuliskan 1 pengalaman Anda melakukan praktek coaching atau pengembangan kompetensi diri orang dewasa dalam kurun waktu dua tahun terakhir. (Siapa coacheenya, situasinya seperti apa, tujuan coaching, dan kapan terjadinya?)
Pengalaman coaching atau pengembangan kompetensi diri orang dewasa (Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Bone Tahun Pelajaran 2023/2024
Coachee (Individu yang Dibimbing) Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Bone Tahun Pelajaran 2023/2024
Situasi: Situasi pembelajaran di kelas belum mencapai tingkat optimal. Beberapa siswa kurang terlibat, dan hasil belajar tampaknya tidak mencapai potensi penuh. Kepala sekolah mengidentifikasi potensi besar pada guru tersebut dan meminta bantuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelasnya.
Tujuan Coaching :

  1. Meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
  2. Meningkatkan efektivitas strategi pengajaran.
  3. Mengidentifikasi dan membangun pada kekuatan yang sudah dimiliki oleh guru.
  4. Menyusun rencana pengembangan diri untuk meningkatkan keterampilan pengajaran.
    Waktu Pelaksanaan : Proses coaching berlangsung selama satu semester penuh, dimulai pada awal Tahun Pejaran 2023/2024 pada semester Ganjil
    Langkah-langkah Coaching :
    1.Observasi Kelas Awal :
    Saya melakukan observasi beberapa sesi pembelajaran untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang gaya mengajar, interaksi guru-siswa, dan efektivitas strategi pengajaran yang digunakan.
  5. Refleksi Bersama :
    Setelah observasi, saya duduk bersama guru untuk membahas temuan. Kami berdiskusi tentang kekuatan yang dimilikinya dan titik-titik yang perlu ditingkatkan.
  6. Sesi Coaching Individual :
    Kami memiliki sesi coaching individual yang lebih mendalam, di mana guru dapat berbicara secara terbuka tentang tantangan dan kemajuan yang dialami selama proses perubahan.
    Evaluasi dan Penyesuaian :
    Kami secara berkala mengevaluasi efektivitas perubahan yang diimplementasikan. Jika diperlukan, kami menyesuaikan rencana tindakan.
    Hasil dan Refleksi :
    Dengan perubahan strategi pengajaran dan penekanan pada kekuatan individu siswa, kelas mengalami peningkatan keterlibatan yang signifikan.
    Hasil belajar siswa juga meningkat, dan guru merasakan peningkatan kepercayaan diri dalam kemampuannya untuk mendukung siswa.
    Refleksi Pribadi :
    Proses coaching ini mengajarkan saya pentingnya mendekati pengembangan kompetensi dengan pandangan yang positif dan fokus pada kekuatan yang ada. Mendengarkan dengan empati dan berkolaborasi dalam menyusun solusi membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik.

8)PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

Aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan yang mengandung nilai-nilai kebajikan yg saling bersinggungan. Jelaskan mengapa aspek-aspek tersebut penting untuk diperhatikan?
Seorang pemimpin pembelajaran yang berusaha untuk membuat keputusan yang mengandung nilai-nilai kebajikan yang saling bersinggungan perlu memperhatikan beberapa aspek penting. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan dan penjelasan mengapa aspek-aspek tersebut itu sangat penting :

  1. Etika dan Integritas
    Pentingnya etika dan integritas mencakup kejujuran, keadilan, dan keberanian dalam pengambilan keputusan. Pemimpin pembelajaran perlu memastikan bahwa keputusan yang diambil mencerminkan nilai-nilai kebajikan, dan tindakan mereka selaras dengan standar etika yang tinggi.
  2. Keadilan
    Pentingnya keadilan melibatkan perlakuan yang adil terhadap semua individu tanpa memandang perbedaan. Dalam konteks pembelajaran, pemimpin perlu memastikan bahwa kebijakan dan keputusan yang diambil mendukung kesempatan yang adil dan setara bagi semua peserta didik.
  3. Kebebasan dan Kemerdekaan
    Pentingnya memastikan kebebasan dan kemerdekaan bagi peserta didik dan pendidik untuk mengembangkan potensi mereka tanpa diskriminasi atau pembatasan yang tidak adil. Ini mencakup pengakuan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
  4. Rasa Empati
    Pentingnya pemimpin pembelajaran perlu memiliki rasa empati terhadap peserta didik, pendidik, dan anggota komunitas pendidikan. Ini membantu mereka memahami perspektif berbeda dan memastikan bahwa keputusan yang diambil memperhitungkan kebutuhan dan kondisi individu.
  5. Keterbukaan terhadap Keragaman
    Pentingnya dunia pendidikan memiliki keragaman yang tinggi, baik dari segi budaya, bahasa, maupun latar belakang. Pemimpin pembelajaran perlu memahami dan menghormati keragaman ini dalam pengambilan keputusan agar kebijakan yang dihasilkan mencerminkan keberagaman tersebut.
  6. Tanggung Jawab Sosial
    Pentingnya pemimpin pembelajaran perlu memahami tanggung jawab sosial mereka terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Keputusan yang diambil seharusnya mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan dan mempromosikan kebaikan bersama.
  7. Kemampuan Berkomunikasi
    Pentingnya kemampuan berkomunikasi yang baik membantu pemimpin pembelajaran menjelaskan alasan di balik keputusan mereka, memahami masukan dari berbagai pihak, dan membangun kepercayaan dalam komunitas pendidikan.

Mohon ceritakan 1 pengalaman terkait pengambilan keputusan yang melibatkan dilema etika yang pernah Anda terapkan (termasuk keputusan yang diambil)
Sebagai seorang guru, saya bertanggung jawab untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan etika kepada murid-muridku. Namun, pernah terjadi, sebuah perusahaan rokok menawarkan sponsor untuk kegiatan sekolah, termasuk untuk pembangunan fasilitas lapangan olahraga. Saya tahu bahwa menerima sponsor dari perusahaan rokok bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan juga melanggar aturan pemerintah yang melarang sponsor dari perusahaan rokok dalam kegiatan sekolah.
Namun, sekolah tempat saya mengajar sangat membutuhkan dana untuk memperbaiki kondisi fasilitas lapangan olahraga yang sudah sangat buruk. Kebijakan pemerintah juga mengharuskan sekolah untuk memiliki fasilitas olahraga yang memadai untuk siswa. Kegagalan untuk memperbaiki kondisi pembangunan fasilitas olahraga dapat merugikan siswa dan guru.
Saya bingung dan merasa tertekan karena kegiatan ekstrakurikuler di sekolah adalah tanggung jawab saya. Apakah saya harus menerima tawaran sponsor dari perusahaan rokok demi memenuhi kebutuhan sekolah, atau menolak tawaran tersebut demi mempertahankan nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan di sekolah dan melanggar kebijakan pemerintah ?

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Paper Based Interviuw (Pbi) Calon Fasilitator Daerah Khusus (Dasus)”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/tamrinbone7930/656b9b68c57afb7bcd0dda42/paper-based-interviuw-pbi-calon-fasilitator-daerah-khusus-dasus?page=2&page_images=2

Kreator: TAMRIN

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Ada beberapa alternatif lain yang dapat dipertimbangkan untuk memperbaiki dan membangun fasilitas olahraga tanpa harus menerima sponsor dari perusahaan rokok, yaitu :
1) Mencari sponsor dari perusahaan yang tidak terkait dengan produk yang berbahaya bagi kesehatan atau melanggar aturan pemerintah, seperti perusahaan makanan atau minuman sehat, perusahaan teknologi, atau perusahaan jasa lainnya.
2) Mengajukan proposal ke pemerintah setempat untuk mendapatkan dana dari program bantuan pembangunan sekolah atau program pemerintah yang sesuai.

Keputusan yang saya ambil :
Saya dapat mencari perusahaan lain yang dapat menjadi sponsor alternatif untuk memperbaiki kondisi gedung sekolah dan membangun fasilitas olahraga. Dalam mencari sponsor alternatif, penting untuk memperhatikan apakah perusahaan tersebut memiliki nilai dan prinsip yang sejalan dengan nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan di sekolah serta tidak melanggar aturan pemerintah.
Melakukan kampanye penggalangan dana dari masyarakat atau alumni sekolah
Mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan untuk mendapatkan dana dari program bantuan pembangunan Lapangan Olahrga atau program pemerintah lainnya yang sesuai

Bagaimana kondisi Pendidikan Indonesia saat ini?
Kondisi pendidikan Indonesia saat ini melibatkan sejumlah tantangan dan upaya perbaikan. Pemerintah Indonesia meluncurkan Program Merdeka Belajar sebagai inisiatif untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan meningkatkan daya saing siswa di tingkat nasional maupun global. Berikut adalah beberapa poin yang saya gambarkan terkait kondisi pendidikan Indonesia saat ini
A. Tantangan Pendidikan Indonesia
1) Akses dan Kesetaraan, masih ada disparitas akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta antara pulau-pulau di Indonesia. Beberapa daerah masih menghadapi kesulitan dalam mendapatkan guru berkualitas.
2) Kualitas Pembelajaran, tantangan terus muncul terkait dengan kualitas pembelajaran. Hafalan masih menjadi fokus utama, dan kurangnya penekanan pada keterampilan praktis dan pemahaman konsep menjadi masalah.
3) Literasi Digital dan Teknologi, Perlu meningkatkan literasi digital dan integrasi teknologi dalam pendidikan untuk menghadapi tuntutan zaman.
B. Keberhasilan Program Merdeka Belajar

a) Fleksibilitas Kurikulum
1.Memberikan kebebasan bagi siswa untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka.
2.Mengurangi beban kurikulum agar siswa memiliki lebih banyak waktu untuk eksplorasi dan pengembangan kreativitas.
b) Peningkatan Kualitas Pendidikan
1.Memperkenalkan sistem pendidikan yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
2.Mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualifikasi guru dan pendekatan pengajaran yang inovatif.
c) Penggunaan Teknologi
1.Mendorong penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, termasuk pemanfaatan akun belajar.id dan platform Merdeka Mengajar untuk mendukung on line.
d) Pendidikan Karakter
1.Memasukkan pembelajaran karakter sebagai bagian integral dari proses pendidikan.
2.Mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan sosial kepada siswa.

C. Tantangan yang Masih Dihadapi
a)Implementasi Merdeka Belajar masih dalam perkembangan, dan perubahan memerlukan waktu. Evaluasi dan penyesuaian terus menerus perlu dilakukan.
b)Adanya ketidaksetaraan antarwilayah dan antarpendidikan tingkat daerah masih menjadi tantangan.
c)Penyediaan infrastruktur, termasuk ketersediaan teknologi di seluruh wilayah, perlu terus diperbarui untuk mendukung pembelajaran yang efektif.
Dengan menggambarkan kondisi pendidikan Indonesia saat ini dan keberhasilan Program Merdeka Belajar.

Menurut anda, apa saja yang menjadi aset/kekuatan sekolah? aset/kekuatan apa yang paling besar dimiliki oleh sekolah?
Yang menjadi Aset/kekuatan sekolah SMA Negeri 1 Bone adalah :

  1. Modal Manusia (Guru Berkualitas)
    Guru berkualitas tinggi, dengan keterampilan mengajar yang baik, pemahaman mendalam terhadap kebutuhan siswa, dan komitmen terhadap pendidikan, dapat menjadi kekuatan utama sekolah. Kualitas pengajaran dapat berdampak langsung pada prestasi siswa dan iklim belajar di sekolah.
  2. Modal Sosial (Hubungan dengan Orang Tua dan Masyarakat)
    Hubungan yang baik dengan orang tua dan masyarakat dapat menjadi kekuatan besar. Dukungan orang tua, partisipasi dalam kegiatan sekolah, dan keterlibatan masyarakat dapat memberikan dukungan luas yang diperlukan.
  3. Modal politik (Kepemimpinan Sekolah yang Efektif)
    Kepemimpinan sekolah yang efektif adalah modal politik yang signifikan. Kepala sekolah yang mampu memberikan arahan, visi, dan strategi yang jelas dapat membimbing sekolah menuju tujuan pendidikan yang lebih baik.
  4. Modal agama dan budaya (Budaya Sekolah yang Positif)
    Budaya sekolah yang positif dan inklusif, yang memperhatikan nilai-nilai agama dan budaya setempat, dapat menjadi kekuatan utama. Ini menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan mendukung perkembangan siswa.
  5. Modal fisik (Fasilitas dan Infrastruktur)
    Fasilitas dan infrastruktur yang memadai, termasuk gedung, ruang kelas, perpustakaan, dan fasilitas lainnya, dapat menjadi kekuatan. Fasilitas yang baik menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif.
  6. Modal lingkungan (Kurikulum yang Relevan)
    Kurikulum yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan siswa dapat menjadi kekuatan. Ini membantu siswa untuk terlibat dengan materi pembelajaran dan mengembangkan keterampilan yang relevan.
  7. Modal finansial (Teknologi dan Sumber Daya Pembelajaran)
    Ketersediaan modal finansial untuk mendukung teknologi modern dan sumber daya pembelajaran adalah kekuatan utama. Ini menciptakan peluang untuk meningkatkan metode pembelajaran dan akses terhadap berbagai sumber daya.

Yang menjadi kekuatan yang paling besar dimiliki oelh sekolah adalah Kombinasi dan sinergi antara aset-aset ini dapat menjadi kekuatan terbesar sebuah sekolah. Sebagai contoh, guru berkualitas yang bekerja sama dengan orang tua, didukung oleh kepemimpinan sekolah yang efektif, dapat menciptakan lingkungan belajar yang optimal.
Mohon ceritakan 1 pengalaman terkait pengelolaan sumber daya/penerapan asset-based approach yang pernah Anda terapkan.
Berikut adalah pengalaman saya terkait pengelolaan sumber daya atau penerapan pendekatan berbasis aset (asset-based approach) yang pernah saya terapkan di SMA Negeri 1 Bone:
Pada waktu itu di Bulan Juli Awal Semester Ganjil TP. 2023/2024, kami di SMA Negeri 1 Bone merasa perlu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Daripada hanya fokus pada kekurangan yang mungkin ada, saya memutuskan untuk mengadopsi pendekatan berbasis aset yang pernah saya dapatkan saat mengikuti Program Guru Penggerak dan untuk mengoptimalkan sumber daya yang kami miliki.

  1. Analisis Modal Manusia (Guru Berkualitas) Saya memulai dengan mengidentifikasi kekuatan dan keahlian para guru di sekolah. Melalui diskusi kelompok dan observasi kelas, saya dapat mengenali bakat-bakat unik dan pendekatan mengajar yang efektif dari masing-masing guru.
  2. Pengembangan Modal Sosial (Kolaborasi Antar Guru) Saya mendorong kolaborasi antar guru untuk saling berbagi pengalaman dan strategi pengajaran yang berhasil. Kami membentuk tim kerja guru untuk mendukung dan memotivasi satu sama lain, menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan profesional.
  3. Penggunaan Modal Fisik dengan Efisien (Optimalisasi Sarana dan Prasarana) Meskipun sumber daya fisik mungkin terbatas, kami berfokus pada penggunaan efisien ruang kelas, perpustakaan, dan fasilitas lainnya. Penataan ulang ruang kelas dan jadwal pembelajaran membantu kami mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas.
  4. Pemberdayaan Lingkungan Pembelajaran (Kurikulum yang Relevan) Kami merancang kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan siswa dan memanfaatkan kekuatan setiap mata pelajaran. Dengan melibatkan siswa dalam proses pengembangan kurikulum, kami menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan.
  5. Pengelolaan Modal Finansial (Pemanfaatan Anggaran dengan Bijak) Saya bekerja sama dengan tim manajemen BOS sekolah untuk mengelola anggaran dengan bijak. Kami menetapkan prioritas dan mengalokasikan dana untuk pelatihan guru, pengadaan materi pembelajaran, dan perbaikan fasilitas sesuai dengan kebutuhan mendesak.
    Melalui pendekatan berbasis aset ini, kami berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Bone. Guru merasa diakui atas kontribusi mereka, kolaborasi antar guru semakin erat, dengan siswa .

9)PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

Menurut Anda, siapa yang seharusnya memegang kendali di dalam proses pembelajaran yang baik? Apa peran pendidik di sana? Apa saja yang akan dibangun lewat pembelajaran yang baik itu? Jelaskan alasan dan elaborasikan dengan jelas jawaban Anda.
Dalam proses pembelajaran yang baik, kendali seharusnya menjadi hasil dari kolaborasi antara pendidik, siswa, dan lingkungan pembelajaran. Namun, peran pendidik memiliki pengaruh signifikan dalam mengelola dan memandu proses tersebut. Berikut adalah rincian jawaban dan elaborasi lebih lanjut:

  1. Pendidik sebagai Fasilitator dan Pemandu
    Fasilitator Pembelajaran Pendidik memiliki peran sebagai fasilitator, menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk aktif terlibat. Pendidik harus mendukung akses siswa terhadap informasi dan sumber daya yang diperlukan.
    Pemandu Pembelajaran Pendidik harus memberikan bimbingan dan arahan yang jelas, membantu siswa memahami tujuan pembelajaran, dan menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa.
  2. Pembelajaran yang Memotivasi dan Relevan
    Motivasi Pendidik berperan dalam memotivasi siswa dengan menciptakan pembelajaran yang menarik dan relevan. Pemilihan metode pengajaran yang sesuai dengan gaya belajar siswa dapat meningkatkan minat dan motivasi mereka.
    Relevansi Materi Pembelajaran Pendidik harus menyusun kurikulum dan memilih materi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan siswa. Hal ini membantu siswa melihat kaitan antara materi pembelajaran dengan pengalaman nyata mereka.
  3. Pembangunan Keterampilan Abad ke-21
    Keterampilan Kritis dan Kreatif Pendidik bertanggung jawab untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa.
    Kemampuan Berkomunikasi dan Kerjasama Pendidik perlu menciptakan peluang bagi siswa untuk berkomunikasi secara efektif dan bekerja sama dalam situasi tim. Ini mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.
  4. Pengembangan Sikap Positif dan Etika
    Pendidikan Karakter Pendidik memiliki peran penting dalam pengembangan sikap positif dan etika siswa. Mendukung pembelajaran yang mencakup nilai-nilai moral dan etika
    Alasan:
    Kolaborasi antara pendidik dan siswa menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan inklusif, memungkinkan pertukaran ide dan pemikiran.
    Pendidik sebagai fasilitator dan pemandu memberikan arah yang diperlukan sambil memberikan ruang bagi kreativitas dan inisiatif siswa.
    Pembelajaran yang motivasi dan relevan merangsang minat siswa, menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan berdampak.
    Pengembangan keterampilan abad ke-21 memberi siswa bekal untuk menghadapi tuntutan dunia yang terus berkembang.
    Ceritakan 1 pengalaman Anda dalam mengelola program atau kegiatan sekolah yang berpihak pada murid. Jelaskan apa programnya? Apa peran spesifik anda di sana? Apa peran konkret murid di sana? Apakah Anda melibatkan komunitas dan program tersebut? Jika ya, jelaskan bagaimana mereka dapat terlibat. Keberhasilan nyata/dampak positif spesifik yang tampak dalam program/kegiatan tersebut?
    Judul Program: “Sahabat Peduli” di SMA Negeri 1 Bone
    Pada suatu waktu di SMA Negeri 1 Bone, saya sebagai guru, bersama dengan rekan-rekan sekolah, menginisiasi program bernama “Sahabat Peduli.” Program ini menjadi wujud nyata dari kepedulian dan empati para siswa terhadap masyarakat sekitar.
    Deskripsi Program : Program “Sahabat Peduli” fokus pada kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat untuk membantu mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan pengumpulan donasi, kunjungan ke panti asuhan/rumah lansia, aksi bersih sekolah dan lingkungan, program mentoring, dan kampanye kesadaran sosial, para siswa terlibat langsung dalam memberikan dampak positif di lingkungan sekitar.
    Peran Saya : Sebagai penggagas program, peran saya adalah membimbing dan memfasilitasi kelompok, mengidentifikasi peluang kolaborasi dengan komunitas, dan menyelaraskan program dengan visi dan misi sekolah. Saya juga berperan dalam memberikan dukungan moral dan logistik, sehingga para siswa dapat menjalankan kegiatan dengan lancar.
    Peran Murid : Para siswa terlibat aktif dalam setiap aspek program. Mereka tidak hanya mengumpulkan donasi dan mengunjungi panti asuhan, namun juga memainkan peran sebagai mentor bagi siswa yang lebih junior, serta menjadi agen perubahan dalam kampanye kesadaran sosial.
    Melibatkan Komunitas: Program “Sahabat Peduli” berhasil melibatkan komunitas dengan menggalang dukungan dari orang tua siswa, kerjasama dengan pemerintah kecamatan dan desa, dan memanfaatkan jejaring sekolah dengan masyarakat sekitar.
    Keberhasilan dan Dampak Positif :
    Peningkatan Kepedulian Sosial. Program ini berhasil meningkatkan kepedulian sosial dan empati di antara siswa.
    Pengembangan Keterampilan Kepemimpinan. Melalui program mentoring, siswa mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan kerjasama tim.
    Ikatan Antara Siswa dan Masyarakat. Program ini memperkuat ikatan antara siswa dan masyarakat sekitar.
    Pemahaman Tentang Tanggung Jawab Sosial. Para siswa mendapatkan pengalaman nyata dalam pengabdian masyarakat, memperdalam pemahaman tentang tanggung jawab sosial, dan pentingnya membantu sesama.
    Dengan melibatkan siswa secara aktif dan menggalang dukungan komunitas, program “Sahabat Peduli” tidak hanya menjadi wadah untuk pengembangan karakter, tetapi juga menciptakan dampak positif yang nyata dalam membentuk generasi yang peduli dan empati.

ESAY
CERITAKAN APA YANG MEMOTIVASI ANDA UNTUK MELAMAR MENJADI FASILITATOR ?
Kelengkapan data esai
Apa kelebihan Anda yang dapat mendukung sebagai seorang Fasilitator? Upaya apa saja yang telah Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan diri Anda sebagai seorang Fasilitator?
Sebagai seorang Fasilitator, saya mengidentifikasi beberapa kelebihan dan upaya yang telah saya lakukan untuk meningkatkan kemampuan diri saya :
Kelebihan :

  1. Empati dan Komunikasi Efektif.
  2. Kemampuan Pemecahan Masalah.
  3. Adaptabilitas.
  4. Kemampuan Mengelola Konflik.
    Upaya Peningkatan Kemampuan:
  5. Pelatihan dan Workshop.
  6. Mengikuti Komunitas Profesional.
  7. Menerima dan Memberikan Umpan Balik.
  8. Membaca dan Riset.
  9. Penerapan Prinsip Pembelajaran Berkelanjutan. Saya berkomitmen untuk terus berkembang

Tantangan apa yang hadapi saat Anda menjalankan peran sebagai seorang Fasilitator? Bagaimana cara Anda mengatasinya?
Sebagai seorang Fasilitator, saya menghadapi beberapa tantangan yang umumnya terkait dengan dinamika kelompok dan pengelolaan situasi. beberapa tantangan dan cara saya mengatasinya :
Tantangan:

  1. Konflik di Antara Peserta
  2. Rendahnya Partisipasi
  3. Waktu yang Terbatas
    Cara Mengatasi:
  4. Menangani Konflik dengan Bijaksana
  5. Menciptakan Lingkungan Inklusif
  6. Pengelolaan Waktu yang Efisien
  7. Meningkatkan Partisipasi dengan Pendekatan Interaktif
  8. Refleksi dan Penyesuaian
    Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk tetap menghidupkan semangat sebagai seorang Fasilitator?
    Sebagai seorang Fasilitator, menjaga semangat dan energi positif adalah kunci untuk memberikan dampak yang maksimal. Ada Beberapa cara upaya yang saya lakukan untuk tetap menghidupkan semangat sebagai seorang Fasilitatobr:
  9. Persiapan yang Matang
  10. Menetapkan Tujuan yang Jelas
  11. Berbagi Cerita Inspiratif
  12. Berinteraksi Aktif dengan Peserta
  13. Mengadopsi Pendekatan Kreatif
  14. Menerima Umpan Balik dengan Terbuka
  15. Membuat Lingkungan yang Positif
  16. Berbagi Keberhasilan Bersama
  17. Berfokus pada Pembelajaran Bersama
    Berikan
    Kelengkapan data esai
    Kapan kejadiannya? Pelatihan apa yang Anda berikan saat itu? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut?
    Kejadiannya terjadi pada tahun 2022 dengan nama pelatihan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam proses Pembelajaran saya menghadapi situasi di mana sebagian besar guru di SMA Negeri 1 Bone mengalami kesulitan mengaktivasi akun Belajar.id mereka.
    Saya termotivasi untuk melakukan pelatihan ini karena saya ingin memastikan bahwa semua guru dapat memanfaatkan akun Belajar.id dengan baik dalam proses pembelajaran.Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan akses lebih luas kepada sumber daya pendidikan .

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Paper Based Interviuw (Pbi) Calon Fasilitator Daerah Khusus (Dasus)”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/tamrinbone7930/656b9b68c57afb7bcd0dda42/paper-based-interviuw-pbi-calon-fasilitator-daerah-khusus-dasus?page=3&page_images=2

Kreator: TAMRIN

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Upaya apa yang Anda lakukan untuk memastikan inisiatif tersebut terlaksana? Tantangan apa yang Anda hadapi saat itu? Bagaimana cara Anda mengatasinya?
Untuk memastikan inisiatif pemanfaatan Akun Belajar.id oleh guru di SMA Negeri 1 Bone terlaksana, saya mengambil beberapa upaya strategis:
1.Perencanaan yang Matang
2.Pelatihan Intensif tentang Belajar.id
3.Bimbingan Individual
Tantangan yang dihadapi termasuk:
Keseriusan Guru
Keterbatasan Pemahaman Teknologi
Walaupun menghadapi beberapa kendala, sejumlah guru mengalami peningkatan kompetensi dalam penerapan inovasi dan teknologi dalam pembelajaran. Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Bone.
Bagaimana hasilnya?
Hasil dari inisiatif pemanfaatan Akun Belajar.id oleh guru di SMA Negeri 1 Bone sangat memuaskan. Meskipun menghadapi beberapa tantangan, program ini mencapai beberapa hasil positif yang dapat diukur:

  1. Peningkatan Partisipasi Guru
    2.Peningkatan Kompetensi Teknologi
    3.Peningkatan Kualitas Pembelajaran
    4.Dukungan Komunitas Guru
  2. Peningkatan Keterlibatan Siswa
    Secara keseluruhan, inisiatif ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Bone.menciptakan lingkungan
    Ceritakan pengalaman anda melakukan evaluasi atas keberhasilan
    Kelengkapan data esai
    Apa nama pelatihan tersebut? Jelaskan tujuan dan capaian yang ingin dituju dilakukannya pelatihan tersebut. Siapa saja peserta yang mengikuti pelatihan tersebut?
    Pelatihan tersebut dinamakan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran.Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru-guru di SMA Negeri 1 Bone dalam memanfaatkan platform Belajar.id sebagai sarana efektif . Capaian yang ingin dituju melibatkan
    1.Aktivasi Akun Belajar.id
    2.Peningkatan Kompetensi Teknologi
    3.Peningkatan Kualitas Pembelajaran
    4.Pembentukan Komunitas Belajar,
    Peserta pelatihan ini adalah para guru belum memanfaatkan atau mengaktivasi akun Belajar.id

Apa kriteria yang Anda gunakan untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan tersebut? Jelaskan kriteria-kriteria tersebut secara spesifik
Untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran, saya menggunakan beberapa kriteria yang dapat mengukur dampak dan efektivitas pelatihan.

  1. Aktivasi Akun Belajar.id
  2. Partisipasi Guru
  3. Peningkatan Keterampilan Teknologi
  4. Peningkatan Kualitas Pembelajaran
  5. Pemberdayaan Siswa
  6. Kualitas Materi Pembelajaran
  7. Pembentukan Komunitas Belajar: Apakah terbentuknya komunitas guru yang saling mendukung?

Ceritakan bagaimana Anda mengevaluasi pelatihan berdasarkan kriteria yang Anda sebutkan di poin sebelumnya
Untuk mengevaluasi pelatihan dan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran, saya menerapkan metode evaluasi yang mencakup semua kriteria

  1. Aktivasi Akun Belajar.id
    Mengumpulkan data jumlah guru yang berhasil mengaktivasi akun mereka setelah pelatihan.
  2. Partisipasi Guru
    Melakukan survei kepuasan peserta untuk menilai tingkat kehadiran, keterlibatan, dan partisipasi aktif.
  3. Peningkatan Keterampilan Teknologi
    Melakukan tes sebelum dan sesudah pelatihan untuk menilai peningkatan keterampilan teknologi.

Bagaimana hasilnya?
Hasil dari evaluasi pelatihan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran menunjukkan dampak positif pada

  1. Aktivasi Akun Belajar.id
    Sebanyak 100% guru berhasil mengaktivasi akun Belajar.id mereka dalam 1 minggu
  2. Partisipasi Guru
    Survei kepuasan peserta menunjukkan tingkat kehadiran dan partisipasi aktif mencapai 100%.
    Guru-guru menilai pelatihan sebagai bermanfaat dan relevan
  3. Meningkatan Keterampilan Teknologi
    Tes keterampilan teknologi sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan menjadi 93%
    Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?
    Kejadian ini terjadi sepanjang Tahun 2022 di SMA Negeri 1 Bone.
    Masukan atau umpan balik yang saya terima secara spesifik adalah apresiasi dan tanggapan positif dari rekan sejawat terkait dengan upaya saya dalam berbagi informasi tentang penggunaan akun Belajar.id. Beberapa rekan sejawat memberikan testimoni bahwa informasi yang saya bagikan sangat membantu mereka dalam mengaktifkan dan memanfaatkan akun Belajar.id di kelas. Saat menerima masukan atau umpan balik tersebut, saya merasa sangat bersyukur dan termotivasi.

Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda? Berdasarkan masukan serta umpan balik yang Anda terima, ceritakan pula tindakan yang Anda lakukan untuk mengembangkan diri Anda
Sikap saya terhadap masukan dan umpan balik tersebut sangat positif. Saya melihatnya sebagai peluang untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi lebih baik. Berikut adalah tindakan yang saya lakukan untuk mengembangkan diri berdasarkan masukan tersebut :
Saya melakukan refleksi mendalam terhadap masukan yang diberikan.
Peningkatan Materi,saya melakukan pembaruan pada materi yang saya bagikan. Saya mencari informasi terbaru dan menyempurnakan panduan langkah demi langkah agar lebih mudah dipahami

Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik, saya juga mengambil inisiatif untuk mendukung proses pengembangan diri dengan cara-cara di luar kebiasaan. Beberapa langkah yang saya ambil termasuk :
(Mengikuti Seminar Tentang Pendidikan), saya aktif menghadiri seminar tentang pendidikan baik secara daring maupun luring. Ini memberi saya peluang untuk mendengarkan pemikiran-pemikiran baru, tren terkini, dan praktik terbaik dalam dunia pendidikan.
(Banyak belajar di Platform Merdeka Mengajar), saya memilih untuk banyak belajar di PMM, tentang Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Berdiferensiasi, menonton vidio vidio praktik baik pembelajaran. Meskipun terkadang melelahkan, ini memberi saya perspektif yang lebih luas dan keterampilan tambahan.
(Kolaborasi dengan Rekan Sejawat), saya aktif berkolaborasi dengan guru dari disiplin ilmu yang berbeda. Ini membuka cakrawala baru dan membantu saya melihat pendidikan sebagai suatu kesatuan, bukan hanya sebagai mata pelajaran saya saja. (Partisipasi dalam Inovasi Pembelajaran), terlibat bersama guru

Ceritakan pula penerapan yang Anda lakukan berdasarkan proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda. Berikan contoh situasi spesifik (minimal 100 kata)
Sebagai seorang guru di SMA Negeri 1 Bone, penerapan proses pembelajaran yang saya lakukan mencakup identifikasi kebutuhan guru dalam penggunaan akun Belajar.id. Setelah melakukan survei dan berinteraksi langsung dengan rekan sejawat, saya menyadari bahwa sebagian besar guru belum mengaktifkan akun Belajar.id mereka pada tahun 2021 Untuk mengatasi ini, saya merancang dan mengimplementasikan serangkaian sesi pelatihan intensif.
Contohnya, pada suatu sesi pelatihan, saya memandu guru-guru langkah demi langkah tentang cara mengaktifkan akun, mengelola kelas, dan memanfaatkan fitur-fitur platform secara optimal.Sesi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada setiap guru.Selain itu, saya menyelenggarakan sesi bimbingan individual agar guru-guru dapat mengatasi kesulitan atau pertanyaan spesifik mereka. Meskipun menghadapi beberapa kendala, seperti tingkat keterlibatan yang rendah dari sebagian guru, usaha ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam aktivasi akun dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar di SMA Negeri 1Bone.

Kapan waktu kejadiannya? Siapa saja yang Anda bimbing saat itu? Apa yang mendorong Anda melakukan bimbingan tersebut?
Kejadiannya adalah di awal Tahun Pelajaran 2023/2024. Saya membimbing rekan sejawat dalam pelatihan untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Bimbingan terdiri dari para guru di sekolah Sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum ketika melakukan observasi terhadap praktik mengajar konvensional yang masih dominan . Saya termotivasi oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan merespons kebutuhan belajar murid

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang telah Anda sampaikan saat memberikan pelatihan?
Untuk memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang saya sampaikan saat memberikan pelatihan, saya melakukan sejumlah upaya :

  1. Memberikan Penjelasan Mendalam Tentang Bagaimana cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Pendekatan Berdiferensiasi.
  2. Mendorong terjadinya Diskusi Interaktif berdasarkan pengalaman masing masing guru. Saya mendorong peserta untuk berpartisipasi dalam diskusi interaktif.
  3. Memberikan beberapa contoh Studi Kasus yang sudah berhasil menerapakan pendekatan berdiferensiasi dalam pembelajaran.
  4. Memberikan Latihan Praktis tentang Pemelajaran Berdiferensiasi. menerapkan konsep berdiferensiasi dalam situasi belajar yang simulatif. Ini memberikan kesempatan langsung saya membuka sesi
  5. Pertanyaan dan jawaban untuk memastikan bahwa setiap peserta memiliki pemahaman yang solid. Saya merespons pertanyaan dengan cermat.
  6. Umpan Balik Individu. Saya memberikan umpan balik individu kepada peserta, mengakui keberhasilan mereka dan memberikan pandangan konstruktif untuk perbaikan jika diperlukan.

Ceritakan pula hal lain yang Anda lakukan untuk peserta lain yang Anda nilai memerlukan bimbingan lebih guna memastikan kesesuaian pemahaman ataupun menampilkan keterampilan yang dipersyaratkan dalam pelatihan?
Selain pendekatan umum dalam memastikan pemahaman peserta, saya juga melakukan pendekatan khusus untuk individu yang saya nilai memerlukan bimbingan lebih. Saya menyelenggarakan sesi konsultasi pribadi dengan peserta yang mungkin menghadapi kesulitan tertentu atau memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Dalam sesi ini, saya memberikan penjelasan tambahan, memberikan contoh konkret, dan mengidentifikasi cara-cara khusus penerapan materi dalam konteks pengajaran mereka. Saya juga mendorong mereka untuk berbagi pengalaman

Bagaimana hasilnya?
Hasil dari pendekatan ini sangat positif. Peserta yang mendapatkan bimbingan khusus menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap konsep-konsep pendekatan berdiferensiasi. Mereka lebih percaya diri dalam mengidentifikasi kebutuhan dan gaya belajar siswa, serta merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik masing-masing individu. Sesi konsultasi pribadi juga menciptakan kolaborasi yang erat antara saya dan peserta, membangun hubungan kerja sama yang kuat.

Upaya apa yang Anda lakukan untuk memastikan inisiatif tersebut terlaksana? Tantangan apa yang Anda hadapi saat itu? Bagaimana cara Anda mengatasinya?
Untuk memastikan inisiatif pemanfaatan Akun Belajar.id oleh guru di SMA Negeri 1 Bone terlaksana, saya mengambil beberapa upaya strategis:
1.Perencanaan yang Matang
2.Pelatihan Intensif tentang Belajar.id
3.Bimbingan Individual
Tantangan yang dihadapi termasuk:
Keseriusan Guru
Keterbatasan Pemahaman Teknologi
Walaupun menghadapi beberapa kendala, sejumlah guru mengalami peningkatan kompetensi dalam penerapan inovasi dan teknologi dalam pembelajaran. Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Bone.
Bagaimana hasilnya?
Hasil dari inisiatif pemanfaatan Akun Belajar.id oleh guru di SMA Negeri 1 Bone sangat memuaskan. Meskipun menghadapi beberapa tantangan, program ini mencapai beberapa hasil positif yang dapat diukur:

  1. Peningkatan Partisipasi Guru
    2.Peningkatan Kompetensi Teknologi
    3.Peningkatan Kualitas Pembelajaran
    4.Dukungan Komunitas Guru
  2. Peningkatan Keterlibatan Siswa
    Secara keseluruhan, inisiatif ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Bone.menciptakan lingkungan
    Ceritakan pengalaman anda melakukan evaluasi atas keberhasilan
    Kelengkapan data esai
    Apa nama pelatihan tersebut? Jelaskan tujuan dan capaian yang ingin dituju dilakukannya pelatihan tersebut. Siapa saja peserta yang mengikuti pelatihan tersebut?
    Pelatihan tersebut dinamakan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran.Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman guru-guru di SMA Negeri 1 Bone dalam memanfaatkan platform Belajar.id sebagai sarana efektif . Capaian yang ingin dituju melibatkan
    1.Aktivasi Akun Belajar.id
    2.Peningkatan Kompetensi Teknologi
    3.Peningkatan Kualitas Pembelajaran
    4.Pembentukan Komunitas Belajar,
    Peserta pelatihan ini adalah para guru belum memanfaatkan atau mengaktivasi akun Belajar.id

Apa kriteria yang Anda gunakan untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan tersebut? Jelaskan kriteria-kriteria tersebut secara spesifik
Untuk mengevaluasi keberhasilan pelatihan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran, saya menggunakan beberapa kriteria yang dapat mengukur dampak dan efektivitas pelatihan.

  1. Aktivasi Akun Belajar.id
  2. Partisipasi Guru
  3. Peningkatan Keterampilan Teknologi
  4. Peningkatan Kualitas Pembelajaran
  5. Pemberdayaan Siswa
  6. Kualitas Materi Pembelajaran
  7. Pembentukan Komunitas Belajar: Apakah terbentuknya komunitas guru yang saling mendukung?

Ceritakan bagaimana Anda mengevaluasi pelatihan berdasarkan kriteria yang Anda sebutkan di poin sebelumnya
Untuk mengevaluasi pelatihan dan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran, saya menerapkan metode evaluasi yang mencakup semua kriteria

  1. Aktivasi Akun Belajar.id
    Mengumpulkan data jumlah guru yang berhasil mengaktivasi akun mereka setelah pelatihan.
  2. Partisipasi Guru
    Melakukan survei kepuasan peserta untuk menilai tingkat kehadiran, keterlibatan, dan partisipasi aktif.
  3. Peningkatan Keterampilan Teknologi
    Melakukan tes sebelum dan sesudah pelatihan untuk menilai peningkatan keterampilan teknologi.

Bagaimana hasilnya?
Hasil dari evaluasi pelatihan Pemanfaatan Akun Belajar.id dalam Pembelajaran menunjukkan dampak positif pada

  1. Aktivasi Akun Belajar.id
    Sebanyak 100% guru berhasil mengaktivasi akun Belajar.id mereka dalam 1 minggu
  2. Partisipasi Guru
    Survei kepuasan peserta menunjukkan tingkat kehadiran dan partisipasi aktif mencapai 100%.
    Guru-guru menilai pelatihan sebagai bermanfaat dan relevan
  3. Meningkatan Keterampilan Teknologi
    Tes keterampilan teknologi sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan menjadi 93%
    Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?
    Kejadian ini terjadi sepanjang Tahun 2022 di SMA Negeri 1 Bone.
    Masukan atau umpan balik yang saya terima secara spesifik adalah apresiasi dan tanggapan positif dari rekan sejawat terkait dengan upaya saya dalam berbagi informasi tentang penggunaan akun Belajar.id. Beberapa rekan sejawat memberikan testimoni bahwa informasi yang saya bagikan sangat membantu mereka dalam mengaktifkan dan memanfaatkan akun Belajar.id di kelas. Saat menerima masukan atau umpan balik tersebut, saya merasa sangat bersyukur dan termotivasi.

Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda? Berdasarkan masukan serta umpan balik yang Anda terima, ceritakan pula tindakan yang Anda lakukan untuk mengembangkan diri Anda
Sikap saya terhadap masukan dan umpan balik tersebut sangat positif. Saya melihatnya sebagai peluang untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi lebih baik. Berikut adalah tindakan yang saya lakukan untuk mengembangkan diri berdasarkan masukan tersebut :
Saya melakukan refleksi mendalam terhadap masukan yang diberikan.
Peningkatan Materi,saya melakukan pembaruan pada materi yang saya bagikan. Saya mencari informasi terbaru dan menyempurnakan panduan langkah demi langkah agar lebih mudah dipahami

Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik, saya juga mengambil inisiatif untuk mendukung proses pengembangan diri dengan cara-cara di luar kebiasaan. Beberapa langkah yang saya ambil termasuk :
(Mengikuti Seminar Tentang Pendidikan), saya aktif menghadiri seminar tentang pendidikan baik secara daring maupun luring. Ini memberi saya peluang untuk mendengarkan pemikiran-pemikiran baru, tren terkini, dan praktik terbaik dalam dunia pendidikan.
(Banyak belajar di Platform Merdeka Mengajar), saya memilih untuk banyak belajar di PMM, tentang Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Berdiferensiasi, menonton vidio vidio praktik baik pembelajaran. Meskipun terkadang melelahkan, ini memberi saya perspektif yang lebih luas dan keterampilan tambahan.
(Kolaborasi dengan Rekan Sejawat), saya aktif berkolaborasi dengan guru dari disiplin ilmu yang berbeda. Ini membuka cakrawala baru dan membantu saya melihat pendidikan sebagai suatu kesatuan, bukan hanya sebagai mata pelajaran saya saja. (Partisipasi dalam Inovasi Pembelajaran), terlibat bersama guru

Ceritakan pula penerapan yang Anda lakukan berdasarkan proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda. Berikan contoh situasi spesifik (minimal 100 kata)
Sebagai seorang guru di SMA Negeri 1 Bone, penerapan proses pembelajaran yang saya lakukan mencakup identifikasi kebutuhan guru dalam penggunaan akun Belajar.id. Setelah melakukan survei dan berinteraksi langsung dengan rekan sejawat, saya menyadari bahwa sebagian besar guru belum mengaktifkan akun Belajar.id mereka pada tahun 2021 Untuk mengatasi ini, saya merancang dan mengimplementasikan serangkaian sesi pelatihan intensif.
Contohnya, pada suatu sesi pelatihan, saya memandu guru-guru langkah demi langkah tentang cara mengaktifkan akun, mengelola kelas, dan memanfaatkan fitur-fitur platform secara optimal.Sesi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada setiap guru.Selain itu, saya menyelenggarakan sesi bimbingan individual agar guru-guru dapat mengatasi kesulitan atau pertanyaan spesifik mereka. Meskipun menghadapi beberapa kendala, seperti tingkat keterlibatan yang rendah dari sebagian guru, usaha ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam aktivasi akun dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar di SMA Negeri 1Bone.

Kapan waktu kejadiannya? Siapa saja yang Anda bimbing saat itu? Apa yang mendorong Anda melakukan bimbingan tersebut?
Kejadiannya adalah di awal Tahun Pelajaran 2023/2024. Saya membimbing rekan sejawat dalam pelatihan untuk mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Bimbingan terdiri dari para guru di sekolah Sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum ketika melakukan observasi terhadap praktik mengajar konvensional yang masih dominan . Saya termotivasi oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan merespons kebutuhan belajar murid

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang telah Anda sampaikan saat memberikan pelatihan?
Untuk memastikan pemahaman peserta terhadap materi yang saya sampaikan saat memberikan pelatihan, saya melakukan sejumlah upaya :

  1. Memberikan Penjelasan Mendalam Tentang Bagaimana cara Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Pendekatan Berdiferensiasi.
  2. Mendorong terjadinya Diskusi Interaktif berdasarkan pengalaman masing masing guru. Saya mendorong peserta untuk berpartisipasi dalam diskusi interaktif.
  3. Memberikan beberapa contoh Studi Kasus yang sudah berhasil menerapakan pendekatan berdiferensiasi dalam pembelajaran.
  4. Memberikan Latihan Praktis tentang Pemelajaran Berdiferensiasi. menerapkan konsep berdiferensiasi dalam situasi belajar yang simulatif. Ini memberikan kesempatan langsung saya membuka sesi
  5. Pertanyaan dan jawaban untuk memastikan bahwa setiap peserta memiliki pemahaman yang solid. Saya merespons pertanyaan dengan cermat.
  6. Umpan Balik Individu. Saya memberikan umpan balik individu kepada peserta, mengakui keberhasilan mereka dan memberikan pandangan konstruktif untuk perbaikan jika diperlukan.

Ceritakan pula hal lain yang Anda lakukan untuk peserta lain yang Anda nilai memerlukan bimbingan lebih guna memastikan kesesuaian pemahaman ataupun menampilkan keterampilan yang dipersyaratkan dalam pelatihan?
Selain pendekatan umum dalam memastikan pemahaman peserta, saya juga melakukan pendekatan khusus untuk individu yang saya nilai memerlukan bimbingan lebih. Saya menyelenggarakan sesi konsultasi pribadi dengan peserta yang mungkin menghadapi kesulitan tertentu atau memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Dalam sesi ini, saya memberikan penjelasan tambahan, memberikan contoh konkret, dan mengidentifikasi cara-cara khusus penerapan materi dalam konteks pengajaran mereka. Saya juga mendorong mereka untuk berbagi pengalaman

Bagaimana hasilnya?
Hasil dari pendekatan ini sangat positif. Peserta yang mendapatkan bimbingan khusus menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap konsep-konsep pendekatan berdiferensiasi. Mereka lebih percaya diri dalam mengidentifikasi kebutuhan dan gaya belajar siswa, serta merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik masing-masing individu. Sesi konsultasi pribadi juga menciptakan kolaborasi yang erat antara saya dan peserta, membangun hubungan kerja sama yang kuat.