Modul 3.1

Modul 3.1 Pengambilan Keputusan

3.1.a.4. Eksplorasi Konsep – Modul 3.1

3.1.a.4.1. Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi Modul 3.1

Menganalisis 4 kasus :

KASUS 1 Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut? Apa nilai-nilaiyang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut? Paradigma rasa keadilan dan rasa belas kasihan, Nilaiyang bertentangan nilai keadilan dan belas kasihan. Apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut?(Uji legal). Ada pelanggaran hukum,yaitu pengancaman dengan membawa senjata tajam ke sekolah dan eksploitasi anak yaitu suruh bekerja dan dimarahi ketika berbuat salah. maka dalam kasusini adalah benar lawan salah (bujukan moral) Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasustersebut? (Uji regulasi). Tidak ada pelanggaran kode etik, tidak ada dilema etika. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini?(Uji intuisi). Uji intuisi pada kasusini yang salah adalah orang tua andreas melakukan pengancaman dan mengeksploitasi anak dan sering memarahinya. Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik atau menjadiviral di media sosial? Apakah Anda merasa nyaman? Tidak nyaman karena masih menghargai andreas dan orang tuanya, apabila sampaiviral dan hal ini juga bisa memperburuk citra sekolah. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini? Menurut tokoh idola saya adalah dengan melakukan dialog dengan orang tua andreas dengan mengedepankan sosial emosionalsebagai pemimpin yaitu meredam emosi ortu andreas, kemudian diajak berkomunikasi membahastentang permasalahan tersebut terutama alasan kenapa harus membantu bekerja.


Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)? Mengajak orang tua andreas untuk konsultasi ke tenaga ahli tentang hak hak anak Apa keputusan yang Anda ambil? Keputusan yang diambil adalah dengan melakukan diskusi coaching, bahwa dengan membawa senjata tajam merupakan bentuk pelanggaran hukum dan memarahi anak, tugas anak adalah belajar kalaupun membantu setelah pulang sekolah. Prinsip mana yang Anda gunakan, dan mengapa? Prinsip yang saya lakukan adalah prinsip Berpikir Berbasis Peraturan (Rule[1]Based Thinking), prinsip berdasarkkan tugas atau peraturan agar orang tua andreas untuk mengikuti peraturan karena ini jam belajar.


Kasus 2 Ibu Azizah adalah kepala sekolah SMP Tunas Bangsa. Ia adalah seorang kepala sekolah yang memiliki integritas dan komitmen yang tinggi. Ia memiliki hubungan profesional yang baik dengan Ibu Dani, Kepala SMA Nusantara. Mereka seringkali berkomunikasi dan bekerjasama sehubungan dengan program-program pendidikan baik di sekolah Ibu Azizah sendiri maupun sekolah Ibu Dani. Baru-baru ini Ibu Azizah terpilih menjadi ketua MKKS-Musyawarah Kerja Kepala Sekolah. Ibu Dani pun terpilih menjadi bendahara MKKS. Awalnya semua program MKKS dibawah kepemimpinan Ibu Azizah berjalan dengan baik sampai pada saatnya diadakan rapat evaluasi semester 1, dimana Ibu Azizah harus memberikan laporan pada Dewan Pembina MKKS, termasuk laporan keuangan. Ibu Azizah pun meminta laporan keuangan pada bendahara yaitu Ibu Dani. Dua minggu sebelum rapat evaluasi, Ibu Azizah pun sibuk mempersiapkan dokumen[1]dokumen laporan yang dibutuhkan, termasuk dokumen yang berhubungan dengan keuangan. Ia pun menghubungi Ibu Dani, saat itulah Ibu Azizah mengetahui bahwa selama ini Ibu Dani menggunakan sebagian uang MKKS untuk pengobatan putrinya yang sedang sakit dan memerlukan pengobatan yang mahal. Ibu Dani berjanji bahwa uang tersebut akan segera digantikan sebelum rapat evaluasi tiba. Ibu Azizah sebetulnya ragu akan hal tersebut mengingat jumlah uang yang cukup besar. Namun Ibu Dani meminta Ibu Azizah untuk berjanji untuk tidak memberitahu siapapun tentang tindakannya. Apa yang akan dilakukan Anda bila berada di posisi Ibu Azizah, dan mengapa? Berikut Analisis Studi Kasus : 1. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut? Rasa keadilan dan rasa kasihan. Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut? adanya pilihan untuk mentaati peraturan berdasarkan rasa hormat terhadap keadilan, dan adanya pilihan untuk membengkokkan peraturan berdasarkan rasa kasihan.

2. Apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? Tidak Ada. Ibu Dani yang ketahuan memakai uang MKKS untuk mengobati anaknya yang sakit, tetap berjanji akan mengembalikan uang tersebut sebelum rapat evaluasi. 3. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? Ada, menutupi kebenaran. Ibu Dani meminta Ibu Azizah untuk berjanji untuk tidak memberitahu siapapun tentang tindakannya. 4. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? Dalam situasi ini, jelas ada yang salah. Karena, sekalipun Bu Dani berjanji bahwa uang tersebut akan segera digantikan sebelum rapat evaluasi tiba, dan meminta Ibu Azizah merahasiakan hal ini, tetapi beresiko jika ketahuan oleh anggota MKKS yang lain, maka akan dianggap penyalahgunaan dana dan merekayasa laporan keuangan. 5. Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik atau menjadi viral di media sosial? Apakah Anda merasa nyaman? Tentu saja tidak merasa nyaman karena ranah pribadi tiba-tiba menjadi bahasan/konsumsi publik. 6. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini? Keputusan yang diambil adalah keputusan yang membutuhkan keberanian secara moral untuk melakukannya. Tetap berempati terhadap Bu Dani, dengan memberikan kesempatan waktu kepada Bu Dani untuk mengembalikan uang yang sudah dipakai untuk berobat anaknya dan Bu Dani harus berkomitmen pada janjinya. 7. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)? Melakukan pendekatan, bersikap terbuka dan kejujuran, meyakini bahwa semua masalah ada solusi dan jalan terbaik. Mengajak anggota berdiskusi atau musyawarah, bahwa untuk tetap berempati terhadap Bu Dani, dengan memberikan kesempatan waktu kepada Bu Dani untuk mengembalikan uang yang sudah dipakai untuk berobat anaknya dan Bu Dani harus berkomitmen pada janjinya 8. Apa keputusan yang Anda ambil? Keputusan yang diambil, tetap berempati dengan Bu Dani, dan mengajak Bu Dani untuk membuat sebuah perjanjian bahwa Bu Dani akan mengembalikan uang MKKS tersebut sebelum rapat evaluasi dilaksanakan.

9. Prinsip mana yang Anda gunakan, dan mengapa? Berpikir Berbasis rasa Peduli (Care-Based-Thinking). Prinsip ini yang membuat diri kita memikirkan kepentingan orang lain dan menimbulkan rasa empati.


KASUS 3 : 4 hari lagi adalah hari pembagian rapor Semester 1 di SMA Penggerak Bangsa. Sebelumnya, semua guru telah menyerahkan daftar nilai murid-murid pada pelajaran yang diampunya pada kepala sekolah, Ibu Rosdiana. Ibu Rosdiana adalah Kepala Sekolah yang baru bertugas di SMA Penggerak Bangsa di tahun ajaran ini. Hari ini Ibu Rosdiana mengadakan rapat guru. Ia membuka pertemuan dengan berterima kasih atas kerja keras para guru dalam mengajar murid-murid selama ini dan juga telah mengumpulkan nilai rapor dengan tepat waktu. Kemudian ia menyampaikan bahwa secara umum, nilai rapor yang diberikan oleh guru-guru terlalu rendah dan tidak mencukupi untuk mendukung murid-murid masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur nilai rapor atau jalur tanpa tes. Ia dengan tegas menyatakan, kalau nilai rapor tetap seperti itu, maka murid-murid SMA Penggerak Bangsa sampai kapan pun tidak pernah bisa diterima di PTN dengan jalur nilai rapor. Ia juga menyatakan bahwa salah satu target kerjanya di SMA Penggerak Bangsa adalah membuat 25% murid diterima di PTN dengan jalur rapor. Oleh karena itu, sejak murid-murid di kelas 10, nilai rapor mereka harus dibuat baik, dan menunjukkan grafik peningkatan. Ibu Rosdiana akhirnya meminta guru-guru untuk menaikkan nilai murid-murid 10 poin, maka bila nilai murid 70 maka akan menjadi 80, dan seterusnya, demi membantu masa depan murid[1]murid, dan juga demi nama baik sekolah agar kepercayaan masyarakat meningkat bila banyak murid-murid sekolah ini yang diterima di PTN dengan jalur nilai rapor. Bila Anda berada di posisi Ibu Rosdiana, apakah Anda akan melakukan hal yang sama atau berbeda? Apa alasannya?

Berikut ini panduan untuk melakukan analisis studi kasus: 1. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut? Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut? Paradigma yang terjadi pada situasi adalah Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), nilai-nilai yang saling bertentangan adalah nilai kejujuran, nilai kepedulian dan nilai kasih sayang. 2. Apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal). Tidak ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut. 3. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi). Tidak ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut karena penambahan nilai raport diberi kepada semua murid secara adil serta sudah adanya kesepakatan antar semua guru dan kepala sekolah . 4. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi). Ya ada yang salah dalam situasi ini karena penambahan nilai raport diberi kepada semua murid tanpa proses melakukan penilaian. 5. Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik atau menjadi viral di media sosial? Apakah Anda merasa nyaman? Yang saya rasakan bila keputusan saya dipublikasikan di media cetak/elektronik atau menjadi viral di media sosial adalah saya akan malu sedih dan saya tidak nyaman. Seharusnya saya memperbaiki proses kegiatan pembelajaran dan juga melakukan penilaian kembali serta memberikan

motivasi ekstrinstik kepada murid agar lebih giat lagi dalam belajar. 6. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini? Keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola saya dalam situasi ini adalah sama seperti yang dilakukan Ibu Rosdiana. Karena Ibu Rosdiana Kepala Sekolah yang baru bertugas di SMA Penggerak Bangsa di tahun ajaran ini dan baru mengetahui hasil akhir murid saat sebentar lagi pembagian raport. Dan demi membantu masa depan murid-murid, dan juga demi nama baik sekolah 7. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)? Ya ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengadakan rapat dengan semua guru untuk memberi himbauan melaksanakan pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif agar murid dapat menyerap pembelajaran dengan mudah dan menyenangkan, jika ada nilai murid yang rendah dilakukan remedial agar mencapai KKM yang diharapkan, serta dapat membuat projek atau penugasan sebagai tambahan nilai murid. 8. Apa keputusan yang Anda ambil? Keputusan yang saya ambil adalah memberi himbauan melaksanakan pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif agar murid dapat menyerap pembelajaran dengan mudah dan menyenangkan jika ada nilai murid yang rendah dilakukan remedial agar mencapai KKM yang diharapkan, serta dapat membuat projek atau penugasan sebagai tambahan nilai murid. Penilaian diambil dari seluruh aspek kompetensi yaitu KI 1 (Spiritual), KI 2 (Sosial), KI 3 (Pengetahuan), dan KI 4 (Keterampilan.

9. Prinsip mana yang Anda gunakan, dan mengapa? Prinsip yang saya gunakan adalah Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking) karena kepedulian terhadap sesama kita akan menjadi lebih peka dan bersimpati. Saya sebagai guru harus menuntun murid-murid ke masa depan yang mereka inginkan dan cita-citakan.


Kasus 4 : Sejak pandemi covid-19 melanda dunia, seluruh lini kehidupan manusia terpengaruh, tidak terkecuali dunia pendidikan. Proses belajar mengajar beralih dilakukan dengan cara daring. Dunia bisnis secara keseluruhan juga terkena imbasnya. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan berkurang pendapatannya. Hal ini membuat beberapa orang tua murid memindahkan sekolah anak-anaknya ke sekolah yang lebih murah atau menunda menyekolahkan anak-anaknya, terutama di jenjang pendidikan usia dini atau taman kanak[1]kanak. Banyak TK dan Kelompok Bermain yang menjadi kekurangan murid, tak terkecuali TK dan Taman Bermain Pelangi. Jumlah murid yang telah mendaftar untuk tahun ajaran depan menurun drastis bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kepala sekolah, Ibu Marina, pun harus membuat keputusan yang sulit dalam hal pengelolaan anggaran sumber daya manusia. Dengan turunnya jumlah murid, yayasan menetapkan 5 dari 10 gurunya perlu diberhentikan, agar biaya operasional bulanan sekolah tetap aman dan agar institusi tetap dapat bertahan dalam masa pandemi. Dalam hati kecilnya, sangat berat bagi Ibu Marina untuk melakukan ini, ia tidak tega membayangkan beberapa gurunya akan kehilangan pekerjaan, apalagi di masa-masa sulit pandemi ini. Namun ia juga paham bahwa ia bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari TK dan Kelompok Bermain yang ia pimpin agar tetap dapat bertahan. Ia pun perlu mengurangi jumlah karyawan agar tetap mampu membayar gaji mereka.

Bila anda berapa dalam posisi Ibu Marina, apa yang akan anda lakukan ?Karyawan mana yang akan anda berhentikan, kriteria apa yang akan anda gunakan? apa alasannya? Jika saya berada di posisi Ibu Marina, langkah pertama yang saya lakukan adalah bermusyawarah dengan yayasan agar pihak yayasan mempertimbangkan lagi keputusannya dan mencari solusi lain agar yayasan tidak memberhentikan karyawan/guru-guru saya. Sebagai pertimbangan mungkin solusi yang bisa diambil adalah dengan sedikit mengurangi gaji dari setiap guru. Di sisi lain saya juga akan memberikan pemahaman kepada semua dewan guru yang ada di lembaga saya terkait kondisi sekolah saat ini, sehingga saya ingin mereka memahami bahwa gaji mereka akan sedikit berkurang akibat jumlah pendaftar murid baru yang menurun drastis dari tahun sebelumnya, hal inilah yang mempengaruhi pada jumlah anggaran yang juga ikut menurun. Tidak lupa juga saya tetap memberi support kepada dewan guru untuk tetap bersabar dan tetap semangat melakukan pembelajaran yang berkualitas, agar orang tua/wali murid tetap yakin menyekolahkan anak-anaknya di lembaga kami, sehingga anggaran biaya operasionalpun akan pulih seperti sedia kala.

Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut? Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut ? Individu lawan masyarakat Rasa keadilan lawan rasa kasihan Kebenaran lawan kesetiaan Jangka pendek lawan jangka panjang Dilema etika adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan. Secara umum ada paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika seperti di bawah ini: 1. 2. 3. 4. Pada study kasus ini, paradigma yang terjadi adalah Paradigma Jangka Pendek Lawan Jangka Panjang. Karena harus memilih 5 dari 10 guru untuk diberhentikan agar biaya operasional bulanan sekolah tetap aman dan agar institusi tetap dapat bertahan dalam masa pandemi yang sedang terjadi. Nilai yang saling bertentangan pada study kasus ini adalah tanggungjawab dan penghargaan akan hidup.

Apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut ? (Uji Legal) Jika diamati pada study kasus ini, tidak ada unsur pelanggaran hukum. Karena pihak yayasan hanya menginginkan agar biaya operasional bulanan sekolah tetap aman dan agar institusi tetap dapat bertahan dalam masa pandemi. Dari segi manapun tidak ada keputusan sepihak yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak atau Kelompok Bermain Pelangi (Ibu Marina).

Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut ?(Uji Regulasi) Agar karyawan memahami nilai moral yang seharusnya dilakukan di profesi tersebut Agar para pekerja memiliki moral yang lebih baik Untuk memperbaiki moral dalam suatu profesi Sebelumnya perlu diketahui, kode etik profesi adalah peraturan yang dibuat untuk memberitahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan orang dalam menjalankan profesinya. Tujuannya yaitu : Menurut saya pada study kasus ini tidak ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi. Karena pada study kasus ini tidak melibatkan kinerja seorang guru, hanya melihatkan suasana lingkungan institusi yang sedang terjadi.

Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini ? (Uji Intuisi) Menurut saya dalam situasi ini terlihat dari adanya dilema etika antara memberhentikan beberapa guru agar biaya operasional bulanan sekolah tetap aman dan agar institusi tetap dapat bertahan dalam masa pandemi. Atau sebaliknya, mempertahankan beberapa guru namun keuangan anggaran sekolah tidak stabil.

Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik atau menjadi viral di media sosial ? apakah anda merasa nyaman? Yang saya rasakan bila keputusan saya dipublikasikan di media cetak/elektronik menjadi viral di media sosial, pastinya saya merasa tidak nyaman jika hal itu terjadi, karena reputasi saya sebagai kepala sekolah dan reputasi lembaga akan sedikit turun atas kebijakan yang telah diambil.

Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola anda dalam situasi ini? Dalam hal ini, saya mengambil panutan ibu saya. Tentunya disini fokusnya bukanlah pada ibu saya saja, namun keputusan apa yang kira-kira beliau ambil, karena beliau adalah orang yang menyayangi saya dan orang yang sangat berarti bagi saya. Keputusan beliau mungkin akan memberi motivasi dan semangat. Yang berprinsip berfikir berbasis rasa peduli, dimana ini berhubungan dengan golden rule yang meminta saya meletakkan diri saya pada posisi orang lain.

Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini Mencari opsi diluar dari 2 pilihan yang sudah ada. Apakah ada cara untuk berkompromi dalam situasi ini. Terkadang akan muncul sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul di tengah-tengah kebingungan dalam menyelesaikan masalah. Dalam situasi ini saya tidak terpikirkan sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara memberhentikan karyawan/guru[1]guru saya, karena masih ada solusi lain yang bisa ditempuh mungkin dengan cara berkompromi dengan yayasan dan dewan guru untuk sedikit mengurangi gaji guru namun tetap bisa bekerja dalam situasi pandemi ini.

Apa keputusan yang anda ambil? bermusyawarah dengan yayasan agar pihak yayasan mempertimbangkan lagi keputusannya dan mencari solusi lain agar yayasan tidak memberhentikan karyawan/guru-guru. Sebagai pertimbangan mungkin solusi yang bisa diambil adalah dengan sedikit mengurangi gaji dari setiap guru memberikan pengertian kepada dewan guru bahwa keuangan lembaga kurang stabil karena berkurangnya murid di masa pandemi sehingga agar tidak ada pemberhentian guru dan sekolah tetap dapat berjalan lancar maka jalan keluarnya bersabar bersama dengan gaji sedikit diturunkan tetap memotivasi dan mendampingi guru untuk selalu berinovasi dalam pembelajaran agar menjadi daya tarik tersendiri untuk orang tua yang mau menyekolahkan anaknya walaupun pembelajaran yang dilaksanakan berbasis daring 1. 2. 3. Keputusan yang saya ambil adalah sesuai dengan statement yang telah saya paparkan di pertanyaan sebelumnya yaitu : Prinsip mana yang anda gunakan, dan mengapa ? Pengambilan keputusan berpegang pada 3 prinsip pengambilan keputusan yaitu prinsip berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan, dan prinsip berpikir berbasis rasa peduli. Prinsip yang saya gunakan ialah prinsip berpikir berbasis rasa peduli. Karena dengan kepedulian terhadap sesama khususnya sesama komunitas sekolah kita akan menjadi lebih peka, saling peduli dan bersimpati satu sama lain. Pada moment ini juga, kita dapat memberikan kontribusi yang besar di sekitar kita. Jadi, keberadaan kita bisa bermanfaat bagi orang lain yang berada di sekitar kita.



Eksplorasi Konsep Modul 3.1 Hal 12

KASUS : Pak Seto adalah Kepala Sekolah sebuah sekolah dasar. Ia memiliki 2 guru kelas V yang berbeda cara mengajarnya. Ibu Tati guru kelas VA dan Ibu Sri guru kelas VB. Ibu Tati terkenal sebagai guru ‘galak’, namun pada saat yang sama, nilai rata-rata murid-muridnya sangat baik. Sehingga sifat keras Ibu Tati masih dianggap sesuai, demi mencapai hasil yang baik dari murid-muridnya. Sedang Ibu Sri adalah guru yang sabar dan tenang, namun ada beberapa muridnya yang memiliki nilai di bawah KKM. Suatu hari Ibu Sri datang ke ruangan Pak Seto selaku kepala sekolah, dan mengadukan perbuatan Ibu Tati yang menghukum salah satu muridnya di tengah terik matahari, berlutut di semen lapangan basket karena tidak membuat pekerjaan rumah.  Ibu Sri sangat khawatir karena murid tersebut sudah menangis, namun sepertinya Ibu Tati tetap mengajar di dalam kelas seperti biasa, karena menganggap menjemur anak di terik matahari adalah hukuman pantas karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Bila Anda adalah Pak Seto sebagai kepala sekolah, apa yang akan Anda lakukan? Pendekatan apa yang ambil? Dasar pemikiran apa yang melatarbelakangi keputusan Anda?

Analisis Kasus :
Sebagai kepala sekolah, saya akan mengambil tindakan sebagai berikut:

Mencari tahu kebenaran laporan dari Ibu Sri dan meminta penjelasan dari Ibu Tati terkait hukuman tersebut.

Jika terbukti benar, saya akan memberikan teguran keras kepada Ibu Tati dan mengingatkan bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan etika mengajar dan berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Saya akan memberikan pelatihan atau pendampingan kepada Ibu Tati untuk memperbaiki metode mengajarnya agar dapat mempertahankan hasil belajar yang baik tanpa mengorbankan kesehatan siswa.

Saya akan mengajak kedua guru untuk melakukan diskusi dan sharing mengenai cara mengajar yang baik dan efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesejahteraan siswa.

Saya juga akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kegiatan mengajar kedua guru untuk memastikan bahwa tidak terjadi hal-hal yang merugikan siswa.

Pendekatan yang akan saya ambil adalah pendekatan dialogis dan persuasif. Saya akan berusaha menjelaskan dengan baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan siswa dan mengajak kedua guru untuk saling berdiskusi dan belajar dari pengalaman masing-masing. Saya akan berusaha untuk mencapai kesepakatan bersama demi kebaikan siswa.

Dasar pemikiran saya adalah kepentingan siswa menjadi prioritas utama dalam proses pendidikan. Siswa tidak hanya perlu mendapatkan pendidikan yang baik secara akademis, tetapi juga harus mendapatkan perlindungan dan pengawasan yang baik dari pihak sekolah. Hukuman yang merugikan kesehatan siswa bukanlah solusi yang tepat dalam memperbaiki perilaku siswa. Sebagai kepala sekolah, saya bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa dalam belajar.

46 komentar pada “Modul 3.1”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *